RADAR SURABAYA - Tim Forensik RSUD Dr. Soetomo menyebut ada kelainan pada jenazah musisi yang menjadi korban tenggak miras di Cruz Lounge Bar Vasa Hotel.
Hasil tersebut didapat setelah Tim Forensik RSUD Dr Soetomo melakukan autopsi kepada dua dari tiga korban tewas tragedi Jumat (22/12) lalu tersebut.
Hingga saat ini Tim Forensik masih terus melakukan pemeriksaan dan hasil finalnya masih belum keluar.
Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Dr. Soetomo, dr. Abdul Aziz mengatakan, autopsi yang mulai 26 Desember lalu hingga saat ini masih berlangsung.
Tim Forensik RSUD Dr Soetomo pun terus melakukan pemeriksaan lebih mendalam.
Pada jenazah ditemukan kelainan, namun belum dapat dipastikan, apakah itu akibat pengaruh miras atau tidak.
"Hasilnya sementara masih kita temukan kelainan pada jasad korban. Kami belum bisa memastikan, apakah itu karena alkohol atau bukan. Makanya masih perlu pendalaman pemeriksaan," tutur dr. Abdul Aziz, Jumat (29/12), di RSUD Dr. Soetomo.
Oleh karena itu, pihaknya akan melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, untuk mengetahui jenis alkohol yang dikonsumsi korban yang tewas, lewat pemeriksaan toksikologi.
Saat minum miras para personel band tersebut menenggak miras jenis vodka dan rum.
Bahkan dugaan campuran miras tersebut masih didalami oleh Tim Forensik RSUD Dr Soetomo.
"Untuk mengetahui adanya zat tersebut kan butuh pemeriksaan penunjang. Apakah itu alkohol jenis etanol, metanol atau isopentanol, itu harus konfirmasi dari pihak laboratorium. Alkohol itu macam-macam, dan alkohol yang sering dikonsumsi adalah jenis etanol. Sedangkan metanol jarang dikonsumsi karena itu spirtus dan lebih berbahaya," terangnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya juga bekerja sama dengan Laboratorium Patologi Anatomi Central RSUD dr Soetomo.
Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui kelainan organ akibat mengkonsumsi etanol ataupun metanol.
"Satu lagi genatomy, untuk mengetahui kelainan organ akibat mungkin yang diduga alkohol jenis etanol ataupun metanol itu. Untuk jelasnya berapa lama menyelesaikan pemeriksaan itu, saya tidak bisa memberikan jawaban," tutur dr. Abdul Aziz.
Kelainan pada jasad korban yang dimaksud adalah atas nama William Adolf Refly (Drummer) dan Indro Purnomo (sound engineer).
Namun untuk kondisi organ, ia masih belum bisa memberikan penjelasan.
"Saat ini belum launching hasil pemeriksaan penunjang dan sampai saat ini belum ada hasilnya," ungkapnya.
Informasi yang berkembang para personel band tersebut mencampur vodka dan rum dengan jus cranberries.
Namun dr. Abdul Azi masih belum bisa memberikan secara jelas, karena belum ditemukan hasil otopsi secara detai melalui pemeriksaan.
"Kalau menjelaskan terkait farmakologi itu bukan kewenangan kami, bukan kompetensi kami. Mungkin ahli farmakologi. Yang jelas secara simpel, metanol itu lebih berbahaya daripada etanol," pungkasnya.
Seperti diketahui, tiga musisi tewas setelah mereka menenggak miras di Cruz Lounge Bar Vasa Hotel, Jumat (22/12) lalu.
Ketiganya tidak langsung tewas setelah mengonsumsi miras. Ada jeda waktunya.
Saat ini, satu korban lainnya, MT, masih dirawat di RS Gotong Royong Surabaya, dan dikabarkan kondisinya terus membaik. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa