RADAR SURABAYA - Seorang tukang berinisial JB, 42, ditemukan tewas di lantai dua Perumahan Grand Harvest, Balas Klumprik, Wiyung, Surabaya, Selasa sore (26/12).
Pria asal Jalan Panjang Jiwo Tembusan Surabaya itu tewas diduga tersengat aliran listrik saat memperbaiki peralatan otomatis yang ada di tandon air lantai dua rumah tersebut.
Berdasarkan informasi, korban awalnya bekerja bersama istrinya untuk membersihkan rumah milik JS yang lama tidak dihuni.
Ia menuju lantai dua untuk memperbaiki peralatan otomatis tandon air milik tuan rumah.
Sementara di lantai bawah, saat itu istri korban sedang menancapkan stop kontak pompa air yang berada di depan halaman rumah.
Setelah itu terdengar suara teriakan korban dari atas rumah tempat tandon air.
Saksi yang juga istri korban dan pemilik rumah lalu mengecek kondisi korban. Saat itu korban terduduk lemas.
Pemilik rumah sempat memberikan bantuan napas. Kemudian meminta bantuan sekuriti perumahan setempat. Korban saat itu sudah meninggal dunia.
Atas kejadian tersebut saksi meminta tolong warga dan melaporkan ke Command Center 112.
Setelah dilakukan pengecekan tim medis TGC, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
Polsek Wiyung dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP dan identifikasi mayat korban.
Selanjutnya, mayat dievakuasi dari lantai dua ke lantai bawah oleh tim rescue DPKP Surabaya. Mayat lalu dibawa ke RSUD dr Soetomo.
Kanit Reskrim Polsek Wiyung Iptu Gogot Purwanto membenarkan adanya kejadian tukang tewas diduga karena tersengat listrik.
DIkatakannya, dari hasil olah TKP di jari tengah korban terdapat luka bakar.
Kemudian ditemukan kabel pompar air dekat tandon yang terkelupas di pucuknya.
Selain itu juga ditemukan obeng yang diduga milik korban yang digunakan untuk membetulkan mesin otomatis alat penyedot air atau pompa tandon.
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Diduga korban meninggal dunia karena tersengat listrik saat membetulkan mesin otomatis alat penyedot air," ungkapnya, Selasa (26/12). (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa