SURABAYA - Sebagai ibu kota Jawa Timur, Surabaya menjadi sentral perdagangan dan industri. Sehingga mobilitas warga ke kota ini cukup tinggi.
Untuk mendukung itu terdapat sejumlah terminal untuk menjangkau mobilisasi warga Surabaya dan wilayah aglomerasi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mencatat ada lima terminal besar yang ada di Surabaya. Salah satunya adalah Terminal Purabaya.
Terminal di wilayah Surabaya Selatan itu termasuk kelas A. "Ini dulu sempat dikelola oleh pemkot, tapi kemudian diambil alih oleh pusat," ujarnya, Rabu (20/12).
Selain itu, pemkot mengelola terminal kelas A lainnya. Yaitu, Terminal Tambak Osowilangun. Terminal di kawasan barat Surabaya itu dikelola oleh Dishub Kota Surabaya.
"Terminal ini memiliki luas lahan 50 ribu meter persegi. Jaringan trayek angkutan kota yang dilayani Terminal Tambak Osowilangun adalah bus kota, angkutan, hingga antar kota," ucap Tundjung.
Dia menyebutkan, pemkot memiliki terminal kelas B. Yakni, Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dan Terminal Bratang. Keduanya melayani angkutan bus kota dan angkot.
"Luas TIJ 11.134 meter persegi, kalau Bratang luasnya 2.575 meter persegi," ungkapnya.
Surabaya pun memiliki terminal angkutan kota. Itu tersebar pada 12 titik.
Antara lain, Terminal Menanggal, Keputih, Dukuh Kupang, Benowo, Kalimas Barat, Balongsari, Manukan, Kenjeran, Kedung Cowek, Shelter Bulak, Sub Terminal Kasuari, Pangkalan Angkutan Kota. (hil/nur)
Editor : Jay Wijayanto