Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bagaimana Kondisi Korban Kebakaran Kalianak? Berikut Penjelasan RSUD Dr Soetomo Surabaya

Rahmat Sudrajat • Selasa, 19 Desember 2023 | 22:39 WIB

 

UPDATE: dr. M Hardian Basuki, Sp.OT(K) memberikan keterangan melalui zoom terkait kondisi korban kebakaran Kalianak yang dirawat di RSUD dr Soetomo, Selasa (19/12). (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
UPDATE: dr. M Hardian Basuki, Sp.OT(K) memberikan keterangan melalui zoom terkait kondisi korban kebakaran Kalianak yang dirawat di RSUD dr Soetomo, Selasa (19/12). (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Kebakaran hebat di gudang tiner Jalan Kalianak Nomor 55 Madya 1 Blok XL, Surabaya, Senin malam (18/12), menyebabkan enam orang mengalami luka bakar.

Enam korban langsung dilarikan ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya, untuk mendapatkan perawatan intensif.

Dari enam korban itu, empat orang di antaranya harus menjalani operasi karena mengalami luka bakar yang serius.

Salah satu dokter di RSUD Dr. Soetomo yang merawat korban, dr. M Hardian Basuki, Sp.OT(K) menuturkan, ketika tiba di rumah sakit keenam korban dalam kondisi sadar, namun tingkat kesadarannya.

Bahkan dua korban mengalami gangguan pada saluran pernapasan, sehingga pihaknya langsung memberikan tindakan medis lanjutan.

"Rata-rata mereka dalam kondisi lemah. Dua orang ada gangguan pada saluran napas maka kami lakukan tindakan lanjutan," tutur dr. Hardian, Selasa (19/12) saat memberikan keterangan melalui zoom.

Ia tidak merinci nama pasien secara detail, namun dr. Hardian menyebut untuk pasien yang laki-laki mengalami luka 60 persen, karena mengalami cedera inhalasi (gangguan pernapasan) serta luka bakar pada wajah, badan serta kaki.

Pihaknya sudah melakukan operasi pencicilan luka terhadap pasien terkait.

"Untuk yang wanita mengalami luka bakar 47 persen, ada di wajah, badan, kaki serta tangan, mengalami trauma juga, serta inhalasi," terangnya.

dr. Hardian menjelaskan ada empat pasien yang mengalami luka bakar serius dan mengharuskan untuk dioperasi. Dengan luka 60 persen, 47 persen, hingga 18 persen.

Keempatnya mengalami luka bakar hebat yang menyebabkan kulit terbakar hingga mengenai lapisan kulit.

"Luka bakar berat keempatnya sudah dilakukan operasi dan sekarang ada di ICU pasca operasi," tutur dr. Hardian.

Sedangkan kondisi dua orang, ia menyebut cukup serius karena terkena pada saluran pernapasan.

Namun keduanya dalam kondisi sadar dan mengalami luka bakar sedang.

"Dua orang ini untuk operasi nunggu perkembangan karena lukanya 4,5 persen dan 3,5 persen," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan untuk pasien dengan luka di atas 30 persen, pihaknya melakukan pencucian luka agar tidak menimbulkan infeksi.

Pencucian luka dilakukan beberapa kali sampai tidak ada infeksi.

Ditambahkannya, banyak hal yang mempengaruhi luka bakar. Di antaranya luka bakar yang mengenai derajat kedalaman pada kulit.

Ada yang sebagian kulit dan ada yang seluruh kulit.

"Semakin berat luka bakarnya maka proses penyembuhan akan semakin lama dan sulit. Nutrisi menjadi faktor lain penyembuhan. Komorbid sebelum luka bakar, contoh gula darah tinggi memengaruhi penyembuhan," terangnya.

Untuk dilakukan penanaman kulit sebagai pengganti kulit yang terbakar, ia menuturkan akan dilakukan ketika tidak ada infeksi.

Biasanya tanda-tanda pada kulit sudah ada tumbuh jaringan.

"Kalau jaringan kulit tumbuh sendiri butuh waktu lama, perawatan lama. Infeksi tidak ada jaringan kulit tumbuh, nanti bisa percepat penanaman kulit," ujarnya.

Korban yang memiliki luka bakar serius terutama yang lukanya lebih dari 80 persen dikatakannya memiliki peluang kesembuhan relatif minim.

"Karena semakin luas luka bakar maka derajat berat semakin tinggi," imbuhnya.

Keseluruhan korban kebakaran gudang tiner menurutnya mempunyai luka bakar yang mengenai seluruh lapisan kulit. "Nanti ada operasi penamaan kulit ketika tidak ada infeksi," jelas dr. Hardian.

Dalam kebakaran tersebut terdapat tiga gudang tiner yang terbakar, dengan luas 50x20 meter setiap gudang.

Dalam kebakaran tersebut ada satu petugas pemadam kebakaran dari Rayon 4 Poskotis Joyoboyo, Nugroho Siswanto.

Dari informasi yang dihimpun petugas tersebut mengalami luka sobek di jari kanan.

Namun dr. Hardian mengaku belum mendapatkan informasi mengenai kondisi terbaru petugas pemadam tersebut.

"Sementara yang saya dapat enam korban untuk penanganan lanjutan. Anggota pemadam belum dapat informasi tambahan," ungkapnya.

Sementara itu pemilik gudang tiner, Handojo Anggotioso, 52, mengalami luka bakar 70 persen. Sedangkan istri Handojo, Yuliana Tanaka, 51, mengalami luka bakar 80 derajat.

Sedangkan dua karyawan pabrik, Muhamad Ibrahim, 23, mengalami luka bakar 6 persen pada kedua kaki dan pergelangan tangan kiri.

Saiful Karim, 28, mengalami luka bakar 16 persen pada kedua kaki.

Budiono, 64, yang merupakan maintenance panggilan mengalami luka bakar 6 persen yang mengenai kedua punggung kaki.

Dan Heru Prasetyo, 25, mengalami luka bakar 85 persen dengan derajat 2B yang merupakan karyawan gudang.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di Jalan Kalianak Nomor 55 Madya, Senin malam (18/12).

Sebuah gudang tiner terbakar habis. Kebakaran yang terjadi di PT Global Karya Utama Trans ini membuat gudang beserta seluruh isinya ludes dilalap api.

Sebanyak 30 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya baru bisa memadamkan api sekitar pukul 03.09.

Nahas, saat kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00, masih ada kegiatan di dalam gudang.

Ini membuat enam orang menjadi korban, termasuk pemilik gudang dan istrinya yang mengalami luka bakar sekitar 80 persen.

Diduga korban terjilat api karena mencoba memadamkan api yang sudah membakar zat kimia menggunakan apar. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#korban luka bakar #kalianak #rsud dr soetomo #kebakaran hari ini #gudang tiner terbakar