RADAR SURABAYA - Kebakaran hebat yang terjadi di pergudangan Kalianak Nomor 55 Madya I, Surabaya, Senin malam (18/12) membuat beberapa orang mengalami luka bakar.
Tercatat enam korban mengalami luka bakar dalam kebakaran hebat di gudang milik PT Global Karya Utama Trans itu.
Enam orang korban itu termasuk pemilik gudang beserta istrinya, yang sempat mencoba memadamkan api menggunakan apar.
Enam korban saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo.
Korban luka bakar berat Yuliana, 51, dan Handojo, 52, warga Taman Sutorejo Timur, Surabaya, pemilik gudang beserta istrinya yang mengalami luka bakar 70-80 persen.
Serta satu karyawan Heru Prasetyo,25, warga Ponorogo yang mengalami luka bakar sekitar 85 persen.
"Heru mengalami penurunan kesadaran dan masih belum bisa diajak komunikasi. Mereka masih mendapat perawatan intensif medis," kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu M Prasetyo.
Sementara ada korban lain yang menderita luka bakar ringan, M Ibrahim, 23, warga Jalan Tembok Sayuran, Surabaya yang terbakar di tangan dan kakinya.
Saiful Karim, 28, warga Mojowarno, Jombang, mengalami luka bakar di kakinya.
Serta satu lagi Budiono, 64, warga Kedungmulyo, Jombang, teknisi pabrik mengalami luka bakar di punggung kakinya.
Keenam korban ini masih dirawat intensif di RSU Dr Soetomo. Lima orang masih dalam kondisi sadar.
Sementara satu orang bernama Heru mengalami penurunan kesadaran.
Dalam proses pemadaman satu petugas DPKP Surabaya mengalami luka sobek di jarinya bernama Nugroho dan langsung dibawa ke rumah sakit.
"Tidak ada korban yang terjebak di dalam gudang. Kami masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran ini," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di Jalan Kalianak Nomor 55 Madya, Senin malam (18/12).
Sebuah gudang tiner terbakar habis. Kebakaran yang terjadi di PT Global Karya Utama Trans ini membuat gudang beserta seluruh isinya ludes dilalap api.
Sebanyak 30 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya baru bisa memadamkan api sekitar pukul 03.09.
Nahas, saat kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00, masih ada kegiatan di dalam gudang.
Ini membuat enam orang menjadi korban, termasuk pemilik gudang dan istrinya yang mengalami luka bakar sekitar 80 persen.
Diduga korban terjilat api karena mencoba memadamkan api yang sudah membakar zat kimia menggunakan apar. (gun/opi)
Editor : Nofilawati Anisa