Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ribuan Umat Hindu Peringati Hari Raya Saraswati di Pura Agung Jagat Karana

Rahmat Sudrajat • Senin, 18 Desember 2023 | 01:02 WIB
KHIDMAT: Umat Hindu saat berada di Pura Agung Jagat Karana, Surabaya, untuk mengikuti rangkaian upacara piodalan dan hari suci saraswati, Sabtu malam (16/12). (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
KHIDMAT: Umat Hindu saat berada di Pura Agung Jagat Karana, Surabaya, untuk mengikuti rangkaian upacara piodalan dan hari suci saraswati, Sabtu malam (16/12). (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Hari Raya Saraswati yang diperingati setiap enam bulan sekali (210 hari) di Pura Agung Jagat Karana, Surabaya, Sabtu malam (17/12), berlangsung khidmat.

Perayaan diikuti oleh ribuan umat Hindu dari Surabaya maupun dari luar kota, seperti Mojokerto, Sidoarjo, maupun Gresik.

Hari Raya Saraswati merupakan hari turunnya ilmu pengetahuan dan diperingati pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung yang jatuh pada Sabtu.

Turunnya ilmu pengetahuan ini bagi umat Hindu yang mengikuti persembayangan di pura, maka mereka akan mendapatkan berkah.

Menurut Ketua Pakraman Madya atau Banjar Surabaya I Ketut Pria Utama, turunnya ilmu pengetahuan menjadi sesuatu yang indah dan menyenangkan.

Maka setelah dilakukan persembayangan, ada acara kesenian. "Karena Hari Raya Saraswati wujud kegembiraan umat," ujar I Ketut.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Hari Raya Saraswati diperingati pada Sabtu karena banyak orang yang libur sehingga upacara dilakukan sore sampai malam hari.

"Hari Saraswati dipilih hari ini (Sabtu, Red) dengan melihat maknanya bahwa kita hidup berkembang karena ilmu pengetahuan yang diberikan oleh Tuhan," terangnya.

Selain hari Raya Saraswati, juga diperingati hari lahir Pura Agung Jagat (piodalan) Karana yang sudah berdiri sejak tahun 1969.

Umat Hindu juga merayakan piodalan dengan bersembayang dan berdoa serta mengucapkan syukur terimakasih kepada tuhan.

"Kami juga memperingati piodalan atau memperingati hari kelahiran pura. Umat bersembayang dan berdoa," ujar pria yang juga Dosen Teknik Perkapalan ITS tersebut.

Ada beberapa rangkaian upacara, mulai dari persembayangan, kemudian doa yang dipimpin oleh pedande dan dharma wacana atau khotbah oleh ketua PHDI Jawa Timur.

Upacara dharma wacana mengajak umat Hindu untuk saling mengasihi, meningkatkan kualitas hidup dan bersyukur kepada Tuhan.

Upacara Hari Raya Saraswati dan piodalan di Pura Agung Jagat Karana Surabaya, juga diisi berbagai rangkaian kegiatan, seperti tarian, gamelan hingga nyanyian.

Menurut I Ketut tarian merupakan bagian dari hiburan.

Karena dalam Hindu, budaya tidak bisa terlepas dari hiburan maupun berkesenian.

Apalagi dengan suara gamelan yang menurutnya bisa menggetarkan sukma.

"Ya ini bagian dari rangkaian kegembiraan. Harapannya umat yang hadir memiliki rasa syukur ke Tuhan bertemu dengan sahabat menguatkan persaudaraan," pungkasnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#ilmu pengetahuan #Pura Agung Jagat Karana #Umat Hindu #Hari Raya Saraswati