Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Anak Muda Mencari Jati Diri Lewat Tawuran, Mereka Bangga Jika Gengnya Menang

Guntur Irianto • Minggu, 17 Desember 2023 | 01:57 WIB

 

TAK TERTOLONG: JM, 16, remaja yang jadi korban tawuran di Sidotopo Wetan Surabaya sempat dibawa dengan becak ke rumah sakit, sebelum akhirnya meninggal. (IST)
TAK TERTOLONG: JM, 16, remaja yang jadi korban tawuran di Sidotopo Wetan Surabaya sempat dibawa dengan becak ke rumah sakit, sebelum akhirnya meninggal. (IST)

RADAR SURABAYA - Aksi tawuran antarkelompok remaja masih kerap terjadi di Surabaya.

Polisi bakal memproses pidana para pelaku agar kasus serupa tidak terulang.

Aksi tawuran bahkan sudah jadi legitimasi dan kebanggaan bagi geng-geng remaja.

Mereka merasa bangga jika gengnya menang tawuran.

Mereka bahkan tidak peduli ada korban luka atau meninggal di pihak lawan.

Pekan lalu, seorang remaja berinisial JM, 16, warga Kapasari, Surabaya Utara, dianiaya dengan senjata tajam hingga meninggal dunia dalam sebuah aksi tawuran di Kawasan Sidotopo Wetan Surabaya.

Satreskrim Polrestabes Surabaya terus menyelidiki keberadaan geng-geng remaja yang biasa melakukan aksi tawuran pada akhir pekan di Kota Pahlawan.

Seperti diketahui, korban yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) itu masuk dalam geng Segerombolan Utara Happy (SUH).

JM diserang gabungan delapan geng saat konvoi pada Jumat dini hari (8/12).

Para penyerang baru sadar ternyata korban yang disabet senjata tajam itu masih satu aliansi geng alias teman sendiri.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono melalui Wakasatreskrim Kompol Teguh Setiawan mengatakan, remaja-remaja yang tergabung dalam geng ini rata-rata anak muda yang mencari jati diri.

Mereka ingin diakui, namun dengan cara yang salah.

Dari penyidikan kemarin diketahui geng remaja, baik yang diikuti korban maupun tersangka, merupakan satu kesatuan, yaitu All Star. "Mereka merupakan aliansi geng All Star," katanya, Jumat (15/12).

Geng korban ini diserang delapan geng, yaitu S, Toms, Kilometer, TAL, F012RT, PGW, Kamal, dan ORP.

Ternyata geng korban dan geng tersangka masih satu aliansi.

Dari informasi yang dihimpun, geng yang dulunya hanya All Star dan beberapa lawannya kali ini berkembang dan menjadi blok selatan, timur, Utara, dan barat.

Namun, masih berinduk pada geng yang besar seperti All Star.

Satreskrim Polrestabes Surabaya meminta orang tua lebih memperhatikan anaknya yang keluar pada malam atau dini hari.

"Kami akan tidak sesuai undang-undang (UU) yang berlaku. Apalagi jika sudah menghilangkan nyawa orang lain. Kami harap orang tua lebih memperhatikan anaknya. Jangan sampai jadi pelaku, apalagi korban tawuran," ujarnya. (gun/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#jati diri #geng #remaja #tawuran surabaya