SURABAYA - Kota Pahlawan telah memasuki musim hujan. Fasilitas rumah pompa menjadi sektor vital. Sebab, itu dianggap dapat mengendalikan banjir.
Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan, salah satunya adalah Rumah Pompa Kebon Agung.
Objek vital itu untuk pengendalian banjir di Kecamatan Rungkut dan Gunung Anyar.
"Rumah pompa ini berperan penting. Hulu saluran di Rumah Pompa Kebon Agung sendiri sangat panjang sampai Taman Pelangi," ujarnya, Jumat (15/12).
Pihaknya tak ingin kecolongan. Sehingga memaksimalkan kinerja rumah pompa itu. Windo menyebutkan, rumah pompa itu aktif selama 24 jam.
"Memasuki musim hujan seperti sekarang (rumah pompa, Red) terus bekerja selama sehari penuh nonstop," ucapnya.
Dia meminta petugas operator untuk tetap bersiaga. Sehingga ada beberapa skema yang dilakukan. Yakni, petugas jaga standby 24 jam secara bergantian, sif siang-malam, dan penambahan jumlah petugas. "Sistem kerjanya yang diubah," ungkap Windo.
Dia menilai penambahan petugas itu cukup penting. Sebab, mereka bertugas membersihkan sampah yang terbawa hingga rumah pompa.
Musim hujan saat ini, intensitas sampah meningkat dan harus segera dianggap agar kinerja rumah pompa optimal. "Kita tambah dari 3-4 orang menjadi 7-8 orang saat musim hujan," jelasnya.
Windo mengatakan, kinerja rumah pompa kawasan timur itu berjalan maksimal. Kendati sudah memasuki musim hujan, ketinggian air masih dalam level rendah. Catatannya terakhir menunjukkan angka ketinggian air sekitar 30 sentimeter.
"Batas level tertingginya 150 sentimeter. Tapi, kita tetap usahakan terus nyala mesin pompanya 24 jam, hanya dinyalakannya bergantian," terangnya.
Menurut dia, mesin pompa itu sengaja terus dinyalakan. Tujuannya untuk mengosongkan air di hulu. Hal itu merupakan antisipasi jika sewaktu-waktu hujan turun. "Jaga-jaga kalau intensitasnya tinggi, seperti waktu lalu," jelas Windo.
Dia menyebutkan, rumah pompa Kebon Agung memiliki lima mesin pompa. Terdiri dari empat mesin pompa berkapasitas besar dan satu berkapasitas sedang. Mesin pompa yang berkapasitas sedang itu difungsikan untuk menyedot lumpur.
"Kalau dinyalakan semua, kapasitasnya 13 meter kubik per detik dan itu baru akan dinyalakan semua kalau air lagi tinggi-tingginya," katanya.
Selain pompa air, di Rumah Pompa Kebon Agung pun terdapat pintu air. Hanya, pintu air baru dibuka saat air di hilir lebih rendah daripada di hulu. Sebab, jika dibuka saat air di hilir lebih tinggi, air justru akan masuk ke hulu.
"Seperti kemarin, air di hilir lebih tinggi dari hulu. Jadi, pintu airnya harus ditutup," kata Windo. (hil/rek)
Editor : Jay Wijayanto