RADAR SURABAYA - Kota Pahlawan sudah memasuki musim hujan sejak awal Desember lalu.
Sejumlah destinasi wisata di Kota Surabaya pun mulai mempersiapkan diri.
Salah satunya Pengelola Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran mulai meningkatkan pengamanan.
Kepala UPTD Pengelolaan Objek Wisata THP Kenjeran Rusdi Ismet mengatakan, pihaknya telah melakukan mitigasi bencana. Tujuannya untuk memastikan keamanan pengunjung.
Langkah itu dimulai sejak Kota Surabaya memasuki musim hujan. "Dari masa peralihan sudah kita siapkan," ujarnya, Kamis (14/12).
Upayanya itu cukup penting. Sebab, THP Kenjeran adalah salah satu destinasi wisata alam di Surabaya.
Dia mengatakan, tiap momen libur panjang, pengunjung membludak. "Selain tiketnya murah dan terjangkau, masyarakat bisa menikmati wisata alam," ucapnya.
Dia menjelaskan, mitigasi bencana itu sudah berjalan sekitar dua pekan.
Pihaknya menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Salah satunya adalah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya.
"Tim DLH membantu perantingan di sekitar area wisata. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan khususnya dari pengunjung," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan BPBD dan BMKG. Tujuannya untuk mitigasi kebencanaan. Sekaligus memantau prediksi cuaca yang akan dihadapi.
"Apalagi ini sudah memasuki musim hujan. Bahkan kemarin cukup ekstrem intensitasnya ditambah anginnya cukup kencang," kata Ismet.
Dia pun berkoordinasi dengan Command Center 112 Surabaya dan Puskesmas Kenjeran. Upaya komunikasi itu untuk mengantisipasi kejadian tak terduga. Khususnya untuk pertolongan medis bagi pengunjung THP Kenjeran.
"Kami juga berkoordinasi dengan 112 Command Center dan wilayah di kawasan Bulak, khususnya di Kecamatan Kenjeran, termasuk Puskesmas Kenjeran," tuturnya.
Ismet mengungkapkan, ketinggian pasang-surut air laut terus dipantau. Tapi saat ini, kondisinya relatif aman. Hal itu sejalan dengan hasil koordinasi bersama BMKG.
"Di jam operasional kami, kondisi surutnya air laut masih dominan dibanding pasang. Tapi itu juga tidak mengurangi antisipasi kami. Kami juga mitigasi pada para nelayan yang tergabung dalam paguyuban perahu wisata pantai kenjeran untuk melihat kondisi alam dan menyiapkan jaket pelampung untuk pengunjung yang naik perahu wisata," bebernya.
Pihaknya berupaya untuk mengedepankan keamanan pengunjung. Sebab, kawasan THP Kenjeran termasuk wisata unggulan di Kota Surabaya yang hingga saat ini masih ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Sementara jumlah wisatawan mencapai 2.000-3.200 di akhir pekan.
"Kita juta pastikan seluruh fasilitas terjaga dan dikondisikan dalam keadaan yang layak. Seperti playground, gazebo, anjungan, stan souvenir produk UMKM, hingga food court yang menawarkan pilihan kuliner khas pesisir Surabaya," imbuhnya. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa