SURABAYA - Pemkot Surabaya serius merealisasikan proyek pemecah kemacetan di kawasan Taman Pelangi. Rencananya, di ruas jalan itu akan dibangun underpass. Tahap pembebasan lahan akan dimulai tahun depan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pembebasan lahan untuk pengerjaan underpass di Taman Pelangi sedang diproses.
Proyek yang dikerjakan pemerintah pusat itu bakal dimulai pada Mei 2024. Pemkot sudah mengomunikasikan wacana itu dengan warga di Jemur Gayungan, RT 01/RW 03.
"Mereka sepakat lahan mereka akan diberikan ganti rugi," ujar Cak Eri, Rabu (13/12).
Dia menyebut ada sekitar 23 persil. Semuanya akan dibebaskan pada Januari mendatang. Total anggaran mencapai Rp 81 miliar dari APBD Surabaya.
"Pembebasan itu juga diperlukan karena perkampungan di dekat Taman Pelangi tersebut diapit jalan raya dan cukup rawan. Bahaya juga kalau tiba-tiba ada anak kecil keluar gang," papar Eri.
Pemkot berupaya menyiapkan lahan sebelum proyek itu berjalan. Saat ini pemkot tengah mempersiapkannya. Cak Eri memastikan proses lelang berjalan setelah tahapan pembebasan lahan.
"Kapan pastinya belum tahu. Kita terus berkoordinasi dengan pusat," ucapnya.
Selain itu, Cak Eri mengaku masih menunggu instruksi pusat. Itu berkaitan dengan sistem pengerjaannya. Sebab, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran Rp 200 miliar.
"Belum tahu apakah anggaran ini diserahkan ke pemkot untuk dilelang dan dikerjakan atau semua murni dilakukan kementerian. Yang pasti, Rp 81 miliar untuk pembebasan lahan itu dari APBD," beber Cak Eri.
Proyek underpass diproyeksikan bisa menangani kemacetan di Jalan Ahmad Yani. Termasuk ke arah timur menuju Jalan Raya Jemursari. Sebab, semua persimpangan di sana sudah penuh saat jam sibuk.
"Nah, pembangunan tersebut nanti berdampak pada rencana proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL). Kereta listrik tersebut tidak boleh melewati perlintasan sebidang. Dengan adanya underpass, satu titik perlintasan sebidang sudah tertangani lebih awal," terang Cak Eri.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Lilik Arijanto mengakui pemkot memang sudah mengajukan skema penanganan macet di Taman Pelangi. Yakni, flyover atau underpass.
Kajian feasibility study (FS) juga sudah dilakukan. "Kalau underpass, biayanya lebih murah," katanya. (hil/rek)
Editor : Jay Wijayanto