Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dukuh Kupang dan Simo Masih Banjir saat Hujan, Pemkot Prioritaskan Anggaran di 2024

Hildan Sepka • Sabtu, 9 Desember 2023 | 18:17 WIB
EFEK BANJIR: Warga menjemur barang-barang yang basah akibat banjir di Banyuurip Kidul, Surabaya.
EFEK BANJIR: Warga menjemur barang-barang yang basah akibat banjir di Banyuurip Kidul, Surabaya.

SURABAYA - Warga Surabaya masih perlu bersabar lagi. Sebab, Kota Pahlawan belum siap menghadapi hujan dengan intensitas tinggi. Dampaknya, sejumlah wilayah masih tergenang air dengan sejumlah varian ketinggian.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, titik yang mengalami banjir saat ini belum menjadi prioritas anggaran 2023. Di antaranya, kawasan Dukuh Kupang dan Simo. Dua wilayah itu masuk prioritas penanganan banjir dengan anggaran pada 2024.

"Kita juga akan perbaikan karena memang ada beberapa prioritas di tahun ini. Kalau 2023 prioritas kita sudah tidak banjir semua," ujar Cak Eri, Jumat (8/12).

Dia menjelaskan faktor lainnya yang menyebabkan kawasan itu kerap langganan banjir. Yaitu, topografinya lebih rendah seperti cekungan. Sehingga lokasi itu lebih cepat tergenang.

"Di Dukuh Kupang sama Banyu Urip banyak seperti itu. Jadi, kalau tempat lebih rendah itu memang buangan dari atas. Tapi selepas hujan selesai itu surut. Dulu seleher, hari ini cuman sepinggul, tidak sampai sedada," terang Cak Eri.

Orang nomor satu di Pemkot Surabaya itu menyebutkan faktor lainnya adalah soal fungsi saluran berubah.

Seperti di kawasan Jalan RA Kartini yang dulunya rumah tinggal, kini banyak rumah yang berubah menjadi tempat usaha. Kondisi itu tak seiring dengan perubahan fungsi saluran sebagaimana mestinya.

"Yang tampungannya dulu pembuangan limbah dan airnya itu adalah rumah tinggal, sekarang menjadi rumah makan, maka otomatis limbah-limbah juga dibuang di saluran," bebernya.

Cak Eri meminta para pemilik usaha membuat saluran pembuangan sesuai ketentuan. Tempat usaha harus memiliki dua saluran. Yakni, di dalam dan luar.

"Tempat usaha ini wajib membuat limbah yang dibuang tidak keras sehingga tidak menghalangi saluran dan saluran tetap bersih," paparnya.

Dia menjelaskan, prioritas penanganan banjir di tahun 2023 hampir selesai. Progresnya sudah 98 persen. Sehingga Cak Eri menjamin kawasan masuk prioritas tidak akan mengalami banjir ketika hujan turun.

"Jadi, teman-teman bisa lihat kalau posisi yang dikerjakan tahun 2023, insya Allah, tidak ada banjir. Tapi, kalau yang seperti di Dukuh Kupang itu tidak bisa dikerjakan di bawahnya. Karena bawah ini tampungan dari atas, sehingga atasnya yang kami akan buatkan saluran di tahun 2024," tegas Cak Eri.

Pemkot menyiapkan anggaran triliunan. Fokusnya untuk mengentaskan persoalan banjir. Sehingga tahun depan Kota Surabaya bebas banjir.

“Tetap, banjir ini triliunan, karena banjir ini kalau mau dilihat salahnya siapa, ya yang bikin rumah. Karena titik-titik tertentu yang tidak boleh ada rumah, itu ternyata dibangun rumah,” kata Cak Eri.

Hasil pemantauan Radar Surabaya, hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah titik banjir.

Di antaranya, di Simo Hilir Utara, Bratang Binangun, Kedungdoro, Raya Kupang Baru, Dukuh Kupang, Rungkut, hingga Ngagel. Bahkan, kompleks Gedung Grahadi pun tergenang. (hil/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#dukuh kupang #hujan #pemkot surabaya #banjir #simo