RADAR SURABAYA - Empat tempat usaha di deretan ruko Jalan Patmosusatro, Wonokromo, Surabaya, terbakar hebat Kamis (7/12) sekitar pukul 03.30.
Akibat kebakaran itu bangunan luas 20 x 10 meter ludes. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Salah satu penjual barang antik yang tokonya terbakar Aldi mengatakan, awalnya tidur di dalam ruko bersama istri dan anaknya. Tiba-tiba dibangunkan ayahnya yang tinggal di seberang ruko karena terjadi kebakaran.
Menurut Aldi, api saat itu sudah berkobar di samping kiri petak ruko yang disewanya. "Apinya sudah membesar, saya sama istri dan anak langsung keluar ke depan," ujarnya ditemui di lokasi, Kamis (7/12).
Pria 28 tahun ini mengaku seumpama tidak dibangunkan ayahnya mungkin turut terbakar. Sebab, kobaran api cukup besar.
Ia juga menyayangkan tetangganya penyewa ruko tidak membangunkan saat terjadi kebakaran.
"Tempat usaha yang terbakar ruko barang antik, saya sewa dua petak," ucapnya sambil duduk melihat sisa-sisa kebakaran di tokonya.
Pria asal Ciamis, Tasikmalaya Jawa Barat ini mengaku, awalnya api muncul dari petak ruko yang digunakan sebagai tempat usaha abon.
Saat itu ada aktifitas masak abon di dapur. Kemudian terjadi kebakaran dan merembet ke ruko lainnya. "Api (berasal) dari masak abon, membuat goreng abon," tuturnya.
Akibat kebakaran Aldi mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta lebih. Sebab barang antik yang dijual habis ludes terbakar. "Kalau barang aja Rp 200 juta lebih. Barang antik ada lemari jati enam, meja, lampu-lampu antik terbakar," bebernya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Dedik Irianto menyatakan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.54. Sebanyak 18 Unit Tempur dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Api pokok berhasil dipadamkan petugas pukul 04.30 dan dilakukan pembasahan hingga selesai pukul 05.30. "Luas keseluruhan yang terbakar 20 x 10. Ada (ruko) yang dua lantai," sebutnya.
Untuk ruko yang terbakar milik Warni, 60, warga Kenjeran yang disewa dua orang. Mereka, Udin, 50, warga Gadukan, Krembangan menyewa satu petak digunakan usaha reparasi sofa dan Aldi, 28, menyewa 2 petak yang dipakai usaha toko barang antik.
Pemilik bangunan selanjutnya, Purwo Hidayat, 72, warga Pakistirtosari. Ruko tiga petak miliknya disewa Sutri, 58, yang dipakai tempat usaha abon dengan penanggung jawab produksi Aris Suwanto dan delapan karyawan tinggal di lokasi. Kemudian bangunan terakhir warung milik Muraji, 55, warga setempat.
Usai kejadian kebakaran, Tim Inafis Polrestabes Surabaya dan Polsek Wonokromo telah melakukan olah TKP. Kebakaran masih dalam proses penyelidikan kepolisian. (rus)
Editor : Nofilawati Anisa