Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Mulai Hujan, Berikut Strategi Pemkot Surabaya Mencegah Adanya Genangan

Hildan Sepka • Kamis, 7 Desember 2023 | 02:05 WIB

DIKEBUT: Pemkot Surabaya terus mengoptimalkan upaya untuk mencegah genangan saat musim hujan. Salah satu caranya dengan membuat rumah pompa, seperti di kawasan Bulak, Surabaya ini. (SURYANTO)
DIKEBUT: Pemkot Surabaya terus mengoptimalkan upaya untuk mencegah genangan saat musim hujan. Salah satu caranya dengan membuat rumah pompa, seperti di kawasan Bulak, Surabaya ini. (SURYANTO)
 

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan sejumlah strategi dalam mencegah genangan saat hujan.

Salah satunya adalah mengoptimalkan kinerja rumah pompa. Selain itu, ada rencana pembangunan rumah pompa baru tahun depan.

Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan, keberadaan rumah pompa di Surabaya cukup penting.

Sebab upaya itu efektif mencegah genangan saat hujan. Rumah pompa berfungsi mempercepat aliran air menuju ke muara.

"Secara perhitungan kami, dengan kondisi saluran air tidak ada rumah pompa itu debit air yang ada kecepatannya mengalir ke sungai atau laut lebih kecil, dari pada yang ada rumah pompa," ujarnya, Rabu (6/12).

Windo menegaskan, pembangunan rumah pompa sudah melalui proses matang. Menurutnya, pemilihan lokasi pembangunan tidak asal. Sebab harus melalui kajian dan perhitungan di lapangan.

"Jadi untuk pembangunan rumah pompa tidak serta merta membangun di titik tertentu, kita ada perhitungannya," jelasnya.

Dia memaparkan, seperti pembangunan rumah pompa Undaan. Rumah pompa yang dibangun pada tahun 2023 itu bertujuan untuk membagi aliran air saat terjadi hujan deras di kawasan pusat kota. Sehingga volume air tetap stabil.

“Dengan adanya rumah pompa ini, jika tahun-tahun sebelumnya aliran air lari ke utara, arah Tambak Wedi, maka harapan kami bisa membagi arah selatan, ke arah Kalimas," beber Windo.

Selain itu, pihaknya membangun rumah pompa di kawasan Bulak. Keberadaan rumah pompa ini bertujuan untuk mengatasi genangan yang selama ini terjadi di wilayah itu. Karena saat hujan deras, aliran air hanya mengalir ke Rumah Pompa Kenjeran I.

"Jadi kami membagi agar Rumah Pompa Kenjeran I tidak terlalu banyak beban yang diterima, yang akhirnya menghambat laju air. Maka kami mengharapkan Rumah Pompa Bulak bisa menyelesaikan genangan di wilayah Tambak Deres dan sekitarnya," terangnya.

Selain Bulak dan Undaan, Windo menyebut, di tahun 2023 pihaknya pun membangun Rumah Pompa MERR. Keberadaan rumah pompa ini berperan penting. Sebab akan membantu mengurangi debit aliran air yang menuju Rumah Pompa Kebon Agung.

"Juga ada Rumah Pompa BozemAquatic di wilayah Ketintang dan Rumah Pompa Kebraon. Di Kebraon II dan sekitar Jalan Durian itu cukup sering genangan terjadi saat musim hujan, maka kita bangunkan rumah pompa tersebut," katanya.

Windo menuturkan, rumah pompa Gresikan, di wilayah Kecamatan Tambaksari. Kinerja rumah pompa itu diharapkan berjalan optimal. Tujuannya mengatasi genangan saat musim hujan di kawasan Jalan Jagiran, PlosoBogen, dan Gresikan.

"Kita juga melakukan perbaikan-perbaikan dan pemeliharaan pompa-pompa banjir di wilayah Surabaya, agar saat hujan bisa beroperasi secara maksimal," papar Windo.

Dia optimistis Surabaya bebas banjir tahun depan. Rencananya ada pembangunan 10 rumah pompa baru. Target realisasinya masih menunggu program kerja sesuai APBD 2024.

"Minimal, masih ada 10 rumah pompa yang masih belum terbangun dan masih direncanakan untuk tahun-tahun ke depan, dan itu memang penting dalam penanganan genangan," urainya.

Kendati rumah pompa itu masih tahap perencanaan, pihaknya memiliki target khusus. Yaitu salah satu prioritasnya adalah pembangunan drainase. Khususnya saluran sang memiliki kapasitas kecil.

"Untuk saluran-saluran menyebar di wilayah kota Surabaya, dan tahun depan rumah pompa tidak ada dan kami fokus untuk pembangunan saluran," ungkapnya.

Windo memiliki sejumlah skema. Salah satunya adalah membuat kluster untuk bahan evaluasi. Khususnya untuk kawasan-kawasan yang belum terkoneksi dengan rumah pompa.

"Nantinya kita evaluasi, apa secara aliran bisa gravitasi atau tidak, kalau tidak bisa gravitasi kita harus membuat rumah pompa. Jadi memang masih tahap perencanaan dan sudah terdaftar, ada sekitar 10 rumah pompa yang harus kita bangun," imbuhnya. (hil)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#musim hujan #cegah genangan #surabaya #strategi #pemkot surabaya