RADAR SURABAYA - Pencurian dengan modus pecah kaca beberapa kali terjadi di wilayah hukum Kota Surabaya. Tercatat selama dua bulan Oktober hingga November terjadi delapan aksi pecah kaca. Salah satunya terjadi Jalan Jaksa Agung Suprapto, Surabaya, 25 November lalu.
Satreskrim Polrestabes Surabaya masih menyelidiki pelaku pencurian dengan modus pecah kaca yang terjadi di wilayahnya ini.
Dari informasi yang dihimpun, kejadian pecah kaca ini biasa terjadi pada malam hari. Pelaku menyasar mobil yang di parkir di pinggir jalan.
Mereka mencuri tas, laptop, hingga dompet yang ada di dalam mobil tersebut. Kejadian pertama tercatat di Taman Cokroaminoto. Pelaku mencuri laptop.
Lalu, di samping restoran Alhamra, Jaksa Agung Suprapto, Surabaya, mereka mencuri enam buku tabungan, kunci rumah, flashdisk dan uang Rp 2 juta.
Pecah Kaca juga terjadi di Jalan Dharmahusada Indah, Surabaya. Pelaku mencuri dua laptop dan satu handphone (HP). Lantas, di Jalan Klampis Ngasem, Surabaya, pencuri juga mengambil sebuah laptop.
Di Jalan Kertajaya, Surabaya, sebuah tas berisi uang Rp 400 ribu serta SHM, juga diambil dengan cara memecah kaca mobil. Di Jalan Dharmahusada Indah, Surabaya, laptop dan HP juga raib dalam aksi yang sejenis,
Di Jalan Bratang, Surabaya, dua laptop yang ada di dalam mobil juga amblas. Sementara di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Surabaya, pelaku mencuri dompet berisi surat berharga.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono membenarkan adanya laporan pecah kaca tersebut. Ia mengungkapkan, kejadian itu rata-rata terjadi di tempat parkir restoran.
Pemilik meninggalkan barang berharga di mobilnya. "Modus, waktu, hingga pemilihan lokasi identik. Kami masih menyelidiki pelakunya dan mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian," jelasnya, Minggu (3/12). (gun/opi)
Editor : Nofilawati Anisa