Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pos Bloc Surabaya Jadi Ruang Ekonomi Kreatif, Begini Penjelasan Erick Thohir

Hildan Sepka • Minggu, 3 Desember 2023 | 00:27 WIB
RUANG KREATIF: Menteri BUMN Erick Thohir berbincang dengan sejumlah komunitas Surabaya di Pos Blog Kebonrojo. (HILDAN S/RADAR SURABAYA)
RUANG KREATIF: Menteri BUMN Erick Thohir berbincang dengan sejumlah komunitas Surabaya di Pos Blog Kebonrojo. (HILDAN S/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - PT Pos Indonesia menegaskan eksitensinya di usianya yang menginjak 277 tahun sebagai BUMN tertua di tanah air.

Menjadi BUMN tertua, Pos Indonesia tentu memiliki kekuatan yang besar sehingga tetap bertahan dekade demi dekade. Bahkan terus memengkilapkan posisinya sebagai leader di bidang logistik.

Salah satu kekuatan yang dimiliki Pos Indonesia adalah aset dan properti yang tersebar di berbagai daerah, sejak zaman pendudukan Belanda.

Pos Indonesia merupakan satu dari sekian BUMN yang memanfaatkan dan memaksimalkan aset propertinya.

Seperti diketahui, gedung-gedung yang menjadi Kantorpos milik Pos Indonesia berusia lebih lebih dari 100 tahun, dengan desain dan arsitektur khas Belanda.

Aset gedung-gedung klasik yang menjadi bangunan heritage tersebut, seperti yang juga dilakukan beberapa BUMN, dikolaborasikan dengan pihak ketiga. Untuk dimanfaatkan sebagai ruang atau wadah ekonomi kreatif.

Setelah merestorasi beberapa bagian gedung utama Kantorpos Besar di Kebon Rojo, akhirnya PT Pos Indonesia (Persero) meresmikan Pos Bloc Surabaya pada 16 November lalu.

Pos Bloc diproyeksikan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan dan menikmati kreativitas dari seni, budaya, pertemuan komunitas kreatif, hiburan, serta pemberdayaan bisnis UKM dan UMKM.

Peluncuran Pos Bloc Surabaya dihadiri langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, yang sekaligus meresmikan Pos Bloc Surabaya.

Saat peresmian, Erick Thohir menyampaikan gagasan yang melatarbelakangi berdirinya Pos Bloc ini.

"Ini merupakan upaya kami dari Kementerian BUMN untuk merevitalisasi aset-aset BUMN, terutama aset-aset idle yang sebenarnya memiliki value lebih jika dimanfaatkan secara optimal,” kata Erick.

Ia menjelaskan, aset BUMN banyak dan bernilai. Namun sering kali terlupakan. “Kalau dimaksimalkan pengelolaannya pasti akan membawa manfaat lebih baik bagi masyarakat maupun BUMN itu sendiri," sambungnya.

Berdirinya Pos Bloc Surabaya diapresiasi Erick Thohir. Ia menilai keberadaan Pos Bloc Surabaya menjadi bukti BUMN selalu hadir dan peduli terhadap isu perkotaan.

"Alhamdulillah, kembali membuktikan bahwa kami peduli kota-kota besar lainnya. Khususnya hari ini, di Surabaya. Karena ini Bapak Wali Kota punya program yang sama. BUMN mungkin mendekatkan diri dengan masyarakat perkotaan. Salah satunya menghadirkan Pos Bloc di Surabaya. Alhamdulillah, sesuai target," jelas Erick.

Erick juga menjelaskan kehadiran Pos Bloc Surabaya menunjukkan upaya BUMN dalam mengelola aset dari badan usaha secara profesional.

Bukan hanya sembarang membangun, tetapi juga selalu dijaga dan dikelola dengan baik.

"Tidak melupakan peran pentingnya yaitu bekerja sama, berkolaborasi dengan pihak swasta, UMKM, dan komunitas. Di sinilah yang kami dorong. Kenapa? Kesuksesan Pos Bloc di kota besar lainnya, sekarang kami lahirkan di Surabaya dan mudah-mudahan ini bisa menumbuhkan pertumbuhan perekonomian di Surabaya," tutur Erick.

Erick juga mengungkapkan alasan BUMN memilih Surabaya dijadikan wilayah pendirian Pos Bloc. Selain ketersediaan aset, kreativitas masyarakat Surabaya juga menjadi salah satu pertimbangan.

"Jangan pernah pertanyakan kreativitas anak-anak di Surabaya. Itu di atas rata-rata. Dan itulah kenapa kami pastikan wadahnya sekarang kami coba lakukan. Kami di BUMN, aset-aset yang ada, kami bangun. Kami jaga 1-2 tahun. Kalau bagus, kami dorong lagi. Jadi tidak hanya bangun, akhirnya mangkrak atau nanti terbengkalai," ungkapnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku bersyukur atas peresmian Pos Bloc Surabaya. Ia menilai kehadiran Pos Bloc di wilayahnya akan memberikan efek positif, terutama bagi industri dan ekonomi kreatif.

"Ini luar biasa. Industri kreatif, ekonomi kreatif bergerak di Kota Surabaya. Saya ucapkan matur nuwun kepada Pak Menteri BUMN karena Pos Indonesia sudah menghadirkan Pos Bloc di Kota Surabaya dan bermanfaat di industri Kota Surabaya. Ini akan menggerakkan milenial di Kota Surabaya dan industri kreatif," tandas Eri Cahyadi.

Direktur Utama Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, keberadaan Kantorpos besar yang disulap menjadi Pos Bloc Surabaya adalah inisiatif Menteri BUMN Erick Thohir.

"Ini semua atas inisiatif Pak Menteri untuk leverage asset untuk menjadi creative hub di berbagai kota. Karena Pos Indonesia memiliki banyak aset, kami langsung mendukung semua inisiatif Pak Menteri. Salah satunya sudah dibuktikan di Surabaya," kata Faizal.

Lebih lanjut Faizal memastikan Pos Indonesia berkomitmen mendukung setiap upaya Kementerian BUMN dalam mengembangkan bisnis, terutama UMKM.

"Mudah-mudahan kami nanti bisa mendukung segala inisiatif Pak Menteri, khususnya untuk anak-anak milenial dan UKM. Kami siapkan 3 ribu properti Pos di seluruh Indonesia. Nanti kami coba satu per satu. Kami bikin kemitraan atau partnership dengan berbagai pihak menjadi pusat-pusat UMKM dan kreativitas anak muda," ucap Faizal. (hil/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Ekonomi Kreatif #erick thohir #pos blog surabaya #ruang kreatif