SURABAYA – Hujan sudah mulai mengguyur Kota Surabaya dalam pekan terakhir. Pemkot Surabaya sudah bekerja keras untuk mengatasi genangan saat hujan. Namun, seperti diketahui beberapa hari ini saat hujan deras terjadi genangan air di beberapa kawasan.
Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan dan pembangunan saluran yang dikebut akhir tahun ini.
Pemetaan itu sudah dilakukan di wilayah rawan genangan dan banjir di Surabaya. Mulai dari Surabaya Barat, Surabaya Timur hingga Surabaya Utara.
“Yang masih kita prioritaskan itu di Jalan Mayjen Sungkono kita usahakan agar tidak terjadi genangan,” kata Windo kemarin.
Windo menyampaikan pihaknya melakukan upaya pencegahan genangan di Surabaya Utara.
Yang menjadi prioritas adalah wilayah Kalianak. Sebab, terdapat hambatan penyempitan saluran di Sungai Kalianak.
“Saluran awalnya 30 meter, kemudian banyak perumahan (memiliki saluran) 1 meter salurannya. Titik-titik banjir utara juga prioritas,” ujarnya.
Kemudian wilayah Surabaya Timur, ada di kawasan Sidotopo. Pihaknya sedang membangun saluran dan akan selesai tahun ini, lalu dilanjutkan lagi tahun 2024.
“Wilayah barat, Manukan dan sekitarnya masih proses pembangunan (saluran). Maksimal pembangunan tahun 2023, kita lanjutkan 2024,” jelasnya.
Pemkot juga telah membangun enam rumah pompa yang sedang dikebut hingga akhir tahun ini. Kemudian ada lebih dari 200 saluran lingkungan yang digarap.
Windo menyampaikan, beberapa hari Surabaya diguyur hujan menimbulkan masalah baru di rumah pompa yang terdapat banyak tumpukan sampah. Sehingga dapat menimbulkan genangan.
Baca Juga: Tiga Sekawan Warga Tambak Segaran Surabaya, Kompak Edarkan Sabu-Sabu
“Jadi, yang sampah-sampah yang ada hujan pertama memang besar sekali sampah yang datang ke rumah pompa dan saluran,” ungkapnya.
Pihaknya pun kesulitan dalam mengambil sampah yang ada di saluran dan rumah pompa. DSDABM pun menyebar satgas untuk melakukan normalisasi saluran maupun rumah pompa, agar tidak menimbulkan genangan.
“Beberapa genenangan ada masalah. Salah satunya ada ada sumbatan-sumbatan karena sampahnya hujan pertama ada sudah lama dibuangi masyarakat, tiba-tiba hujan mengalir semua akhirnya banyak sumbatan,” jelasnya. (hil/rek)
Editor : Jay Wijayanto