RADAR SURABAYA - Beredar video penganiayaan terhadap Satpol PP Kota Surabaya saat melaksanakan pengamanan unjuk rasa buruh, Kamis (30/11) sore.
Korban Abdul Muid, 25, warga Kedung Anyar, Surabaya, dan Tareq Aziz, 31, warga Kemayoran, Krembangan, Surabaya, dipukul beberapa pria yang mengenakan atribut warna merah hitam salah satu kelompok buruh.
Dua Satpol PP Kota Surabaya itu dipukul hingga diinjak-injak beberapa orang di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.
Dua Satpol PP Kota Surabaya yang jadi korban mengalami luka serius akibat pengeroyokan tersebut.
Korban Tareq mengalami retak tulak belakang saat mencoba menyelamatkan temannya tersebut. Sementara Abdul Muid mengalami luka di kepala bagian belakang dan bagian tulang rusuknya.
"Kejadian ini dilaporkan ke Satreskrim Polrestabes Surabaya oleh atasan korban Sub Koordinator Operasional Satpol PP Kota Surabaya," ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono, Jumat (1/12).
Ia mengungkapkan, dari hasil penyelidikan dan meminta keterangan saksi. Kedua korban saat itu sedang melaksanakan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.
Kemudian, datang rombongan salah satu massa buruh yang sengaja menutup akses jalan. Pengendara lain yang melintas terhimpit massa ini kemudian meminta tolong korban membukakan jalan.
"Pengguna jalan ini meminta tolong, saat itu korban Abdul Muid meminta massa membuka jalan," katanya.
Namun, bukannya mendapat jawaban, tiba-tiba Mudi mendapat pukulan dari depan dan bagian kepala belakang.
Mengetahui temannya dikeroyok, saat itu juga Tareq mencoba menyelamatkannya. Namun ia dipukul hingga roboh dan diinjak-injak. "Kami saat ini masih menyelidiki dan mencari identitas pelakunya," ungkapnya. (gun/opi)
Editor : Nofilawati Anisa