RADAR SURABAYA - Pemkot Surabaya berencana meningkatkan pelayanan transportasi. Salah satu upayanya dengan mengambil alih pengelolaan Bus Trans Semanggi Suroboyo (TTS). Wacana itu bakal bergulir tahun depan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya TundjungIswandaru bakal mengambil alih pengelolaan TTS. Sehingga operasional armada itu lepas dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Katanya, dia sudah menyiapkan sejumlah rencana. "Kita siapkan anggaran dana melalui APBD 2024," ujarnya, Rabu (29/11).
Untuk mendukung wacana itu, Dishub Kota Surabaya mendapat alokasi fantastis. Nilainya sebesar Rp 18 miliar. Jumlah armada yang dikelola sebanyak 17 unit. "Rencananya untuk melayani dua rute," ucapnya.
Dia tengah mematangkan rute armada TTS. Yakni, dari Jalan Lidah Wetan sekitar kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menuju kampus Institut Negeri Sepuluh Nopember (ITS).
Rute kedua armada TTS itu akan melewati kawasan timur. Yaitu, Jalan Ir Soekarno (MERR, Red) menuju ke kawasan Kenjeran Park (Kenpark). "Rute ini sebelumnya dilayani bus luar TTS," ungkapnya.
Tundjung pernah menerjunkan armada bus listrik itu di dua rute itu. Saat itu, armada yang melayani milik Damri. Tapi, sejak berhenti beroperasi awal tahun lalu, rute tersebut mengalami kekosongan saat ini. "Sehingga akan diaktifkan kembali," papar Tundjung.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Aning Rahmawati sudah mendengar wacana itu. Dia mengatakan, rencana alih kelola TSS dari Kemenhub ke dishub sudah disepakati DPRD.
Rencana itu masuk dalam granddesign pengembangan transportasi publik di Surabaya. "Dengan pengelolaan dari APBD, dishub lebih leluasa mengelola transportasi publik," ucap Aning.
Katanya, rencana itu diproyeksi menunjang pelayanan. Sebab, akan memudahkan pengguna. Menurut dia, tarifnya bakal terintegrasi menjadi satu dengan Suroboyo Bus (SB) dan angkutan feeder. "Selama ini kan tarif TSS dengan SB berbeda. Penumpang bayar dobel kalau ganti bus," imbuhnya. (hil/opi)
Editor : Jay Wijayanto