SURABAYA – Nama Eri Cahyadi tercantum dalam tim pemenangan Jatim untuk pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebagai juru kampanye.
Namun untuk sementara, Wali Kota Surabaya itu belum mengambil langkah. Cak Eri mengaku mendapatkan hak khusus. Yaitu, cuti sekali dalam seminggu untuk kepentingan kampanye. Namun, dia belum berencana mengambil kesempatan itu.
“Kenapa harus cuti,” ujarnya saat ditemui Radar Surabaya, Senin (27/11).
Sejak ditunjuk, tanggung jawabnya makin bertambah. Sebab, Eri pun harus menuntaskan pekerjaan rumahnya hingga akhir tahun. Sehingga tugas sebagai kader dijalankan tiap akhir pekan.
“Nanti kalau sudah jadwalnya kampanye, sama saja. Enggak berubah. Jadi, kalau cuti itu, kita jadi jurkam pas jam kantor. Kalau pas jadi jurkam Sabtu, Minggu libur, bukan lagi tugas kantor, enggak perlu cuti,” ungkapnya.
Beda cerita saat ada instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Cak Eri bakal mengambil sikap. Orang nomor satu di Surabaya itu memanfaatkan hak cutinya.
“Nunggu perintah DPP. Sampai sekarang belum (cuti, Red),” ucapnya.
Cak Eri bersama 13 kepala daerah di Indonesia ditunjuk menjadi juru kampanye. Dia adalah salah satu dari tiga kepala daerah di Jatim, selain Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.
“Ya, kalau wali kota partainya apa, pasti jadi jurkamnya. Kalau saya PDIP, ya jurkam PDIP,” kata Cak Eri.
Dia mengaku siap mengemban tugas itu. Dia pun memiliki sejumlah strategi. Targetnya adalah pemilih muda. “Saya akan mengumpulkan para pemuda, untuk menyadarkan mereka, untuk menentukan pilihan untuk negara ini,” jelasnya.
Menurut dia, anak muda harus sadar politik. Selain itu, berperan dalam menentukan masa depan negara. Salah satunya adalah memilih pemimpin.
“Tidak ada kemerdekaan, tidak ada proklamasi, ketika tidak ada Rengasdengklok. Tidak ada kemerdekaan ketika tidak ada pemuda,” imbuhnya.
Cak Eri terus berupaya untuk mengimbau pemuda. Tujuannya untuk mematahkan stigma pemuda soal politik. Rencananya dia bakal berdiskusi dengan para pemuda.
“Karena itu, pemuda harus sadar, ikutlah berpolitik dalam hal yang santun, santai. Politik tidak menakutkan, tapi harus diskusi oleh pemuda untuk menuju arah bangsa ini ke mana,” paparnya.
Dia meminta setiap pemuda untuk berhati-hati dalam memilih. Caranya dengan menyesuaikan menurut hati nurani tiap pemilih. Rencananya, Eri akan memetakan soal kriteria dan menyampaikan pengetahuan itu.
“Mereka diberikan hati oleh Gusti Allah silakan pilih. Saya akan memetakan itu untuk memberikan pengetahuan-pengetahuan terkait itu,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Surabaya Nur Syamsi mengatakan, perkara cuti tertuang dalam aturan PP Nomor 53 Tahun 2023.
Pengajuan cuti paling lambat 12 hari kerja sebelum pelaksanaan kampanye pemilu. Selain itu, permohonan cuti harus disertai jadwal dan jangka waktu kampanye. (hil/rek)
Editor : Jay Wijayanto