SURABAYA - Mempercantik taman masih menjadi prioritas Pemkot Surabaya. Tapi revitalisasi tidak boleh tergesa-gesa. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya masih menanti musim hujan.
Kepala DLH Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, musim kemarau panjang menyulitkan upaya revitalisasi. Sehingga, fokus saat ini adalah pemeliharaan tanaman.
Yaitu, mempertahankan tanaman dalam kondisi prima. "Kita masih menunggu musim hujan untuk memaksimalkan revitalisasi taman. Nantinya revitalisasi belum mengarah ke penggantian atau pembuatan taman baru," ujarnya, Kamis (23/11).
Hingga sekarang DLH belum berbuat banyak. Tapi terus berupaya mewujudkan taman yang cantik.
Sehingga dapat menyuguhkan keindahan untuk warga yang berkunjung. "Khususnya taman-taman aktif yang dikunjungi warga. Kita rawat pohon dan bunga di sana," ucapnya.
Upaya yang dapat dilakukannya adalah perawatan maksimal. Intensitas penyiraman ditambah.
Sebelumnya 15 tangki menjadi 20 tangki air. "Bahkan, kita minta tolong PDAM bantu penyiraman, juga dengan PMK. Kemarin hujan itu kami bersyukur. Kita harus menambah penyiraman dan mengganti tanah,” kata Hebi.
Menurut dia, rencana revitalisasi bakal berjalan. Tapi pihaknya harus menunggu musim hujan.
Sebab, pohon baru rentan terhadap cuaca panas. "Penanaman pohon baru secara total, tapi kita fokuskan perawatan dulu," katanya.
Selain itu, revitalisasi skala besar pun dilakukan. Rencananya, Hebi membuat taman di kampung-kampung. Tujuannya untuk sarana rekreasi warga di tingkat bawah.
“Taman khusus anak direvitalisasi untuk mendapatkan sertifikasi Taman Layak Anak. Kita mengurus itu tetapi sampai saat ini belum ada jawaban. Sudah ke Kementerian PPA untuk mendapatkan sertifikat itu, tapi belum ada jawaban, surat sudah dikirim. Kita memang salah satunya adalah Taman Cahaya, tapi sementara baru satu Taman Flora yang sudah,” bebernya.
Pihaknya berencana melakukan revitalisasi taman aktif dan pasif. Revitalisasi berupa redesain dan penambahan fasilitas. Yakni wahana bermain, tempat untuk UMKM, dan penampilan musik. "Tujuannya taman-taman di Surabaya semakin aman dan nyaman untuk warga," kata Hebi. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa