SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya serius mengaktifkan kembali Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS).
Proses revitalisasi dua bangunan di Jalan Wijaya Kusuma itu sudah masuk tahap finalisasi. Yaitu menuntaskan dokumen pendukung.Baca Juga: Ngeslot sambil Nunggu Kapal Berangkat, Sopir Diamankan Polsek Krembangan Surabaya
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Aning Rahmawati mengatakan, investor THR dan TRS dari Yogyakarta. Mereka bakal merevitalisasi destinasi wisata andalan pada eranya itu. Targetnya dua lokasi itu menampilkan wajah baru.
"Investor sudah deal dengan Pemkot Surabaya untuk memulai pembangunan kembali dua ikon Surabaya ini," ujarnya, Selasa (21/11).
Katanya, kedua belah pihak sudah menyetujui sejumlah poin. Yakni terkait harga dan sistem sewa kedua aset pemkot itu. Rencananya, kontrak sewa cukup pendek.
"Beda seperti dulu, masa sewanya bisa sampai puluhan tahun. Ini hanya akan berlaku sewa untuk beberapa tahun. Mereka (investor, Red) juga sudah sepakat dengan nilai kontrak," ucapnya.
Kendati sudah sepakat, tampak proses pengerjaan belum berjalan. Aning mengatakan, saat ini memasuki finalisasi dokumen pendukung. Sebab pemkot selalu menggandeng jajaran samping untuk mengawal tiap proyek.
"Saya berharap semua proses tidak melamban. Kepastian hukum perlu tetapi percepatan investasi juga ditunggu. Iklim investasi harus didukung. Apalagi akan menyerap tenaga kerja," terangnya.
Aning mengatakan, target awal akhir Oktober lalu sudah mulai pengerjaan. Tapi ada sejumlah kendala yang harus diselesaikan. Yaitu persoalan kontrak itu. "Semoga tahun depan sudah bisa dilaksanakan pengerjaan revitalisasi," tuturnya
Hingga awal November lalu, proses teken belum klir. Saat itu, kedua belah pihak tengah menyempurnakan klausul terkait rencana kontrak. Termasuk terkait luasan, besaran dan nilai sewa, hingga harga tiket juga ada dalam klausul perjanjian kontrak. "Ada klausul lainnya juga yang perlu penyempurnaan," imbuh Aning. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa