SURABAYA – Kecelakaan antara Elf dan Kereta Api (KA) Probowangi yang menewaskan 11 warga Kota Surabaya di perlintasan tanpa palang pintu Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah, Lumajang, Minggu malam (19/11), langsung mendapat atensi Polda Jatim dan Mabes Polri.
Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komaruddin mengungkapkan, Ditlantas Polda Jatim telah menurunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk melakukan olah TKP dan menyelidiki penyebab laka maut mobil Isuzu Elf versus KA Probowangi di Lumajang. "Tim TAA sudah diturunkan hari ini. Dari Korlantas Polri juga turun," tegas Komaruddin, Senin (20/11).
Mayoritas korban tewas merupakan, warga Kota Surabaya. Informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat minibus Isuzu Elf nopol N 7646 T berjalan dari arah selatan ke utara melintasi perlintasan tanpa palang pintu Desa Ranupakis, Klakah, Lumajang.
Saat bersamaan, melintas KA Probowangi relasi Banyuwangi-Surabaya dari arah timur ke barat.
Mobil minibus tersebut lalu dihantam KA Probowangi dan terseret sekitar 50 meter hingga ringsek. Sebanyak 11 orang penumpang tewas. Empat orang korban mengalami luka berat dan masih dirawat di rumah sakit.
Ketua RW 12 Kelurahan Putat Jaya Cahyo Andrianto mengatakan, dua korban dalam kecelakaan tersebut merupakan warganya. Keduanya tinggal di Jalan Putat Jaya C Timur I, Surabaya.
"Warga saya dua orang. Bu Titik Ristianti dan Soekarnoto," ujarnya di depan rumah duka Jalan Putat Jaya C Timur I, Senin (20/11).
Dia menjelaskan, korban sebelumnya berangkat ke Banyuwangi, Sabtu (18/11). Mereka acara reuni dan liburan bersama teman angkatan SMA Indah Mardi 1987.
Saat hendak pulang ke Surabaya, mobil Isuzu Elf yang ditumpangi tertabrak KA Probowangi di Lumajang. Sebanyak 11 orang tewas. Empat orang lainnya mengalami luka berat. "Dua korban sudah dimakamkan di pemakaman Jarak," sebutnya.
Sementara Kepala Dinas Sosial Pemkot Surabaya Anna Fajriatin mengungkapkan, salah satu korban meninggal dunia Soekarnoto merupakan sopir ambulans Dinsos Kota Surabaya. Ia sudah bekerja selama kurang lebih 10 tahun.
"Hari ini ada 11 korban, tadi sudah ada yang diberangkatkan, kebetulan ini di Sawahan ada lima korban. Insyaallah ini sudah mulai dimakamkan sesuai keinginan keluarga," ucapnya ditemui saat takziah di rumah duka.
Anna melanjutkan, Pemkot Surabaya akan melakukan outreach terkait keluarga dari masing-masing korban yang meninggal dunia. Pihaknya menyebut, untuk empat korban masih dirawat di RS Lumajang.
"Pesan Pak Wali kota, beliau menyampaikan duka yang mendalam bagi semua korban. Insyaallah bantuan juga akan diberikan oleh Pemkot Surabaya, insyaallah lagi dikirim. Saat ini masih beras dulu. Masing-masing keluarga korban diberikan 50 Kilogram dari Pak Wali untuk saat ini," terangnya.
Sementara salah satu keponakan korban Soekarnoto Yusak mengungkapkan, pamannya berangkat acara reuni bersama temannya, Sabtu (18/11).
Soekarnoto memiliki tujuh orang anak. Sehari-hari bekerja sebagai sopir ambulans Dinsos Kota Surabaya. Sosoknya dikenal baik dan dekat dengan warga sekitar.
"Yang berangkat satu rombongan 15 orang. Kejadian waktu mau pulang," ucapnya.
Duka juga menyelimuti rumah almarhumah Titik Ristianti yang masih satu gang dengan rumah Soekarnoto.
Beberapa kerabat dan tetangga masih berdatangan takziah. Salah satu adik korban Titik Ristianti Wahyu Juni Setiawan menyebut sosok kakaknya orang yang baik. Dia sering acara bersama teman sekolah.
"Memiliki anak dua. Saya dapat kabar duka jam sepuluh malam," ungkapnya. Jenazah Titik telah dimakamkan di pemakaman Jarak Senin pagi. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa