SURABAYA - Seorang laki-laki tewas tertabrak Kereta Api (KA) 519 Jenggala relasi Surabaya Kota-Mojokerto di perlintasan sekitar Jalan Ketintang Timur PTT, Gayungan, Surabaya, Jumat (17/11) sekitar pukul 15.50 WIB.
Korban Darjo, 46, warga Dk Kramat, Kelurahan Jajar Tunggal Wiyung, Surabaya.
Salah satu petugas penjaga perlintasan KA Gymnastiar mengatakan, awalnya korban berjalan kaki di sekitar rel sekitar pukul 15.18 WIB.
"Dia sempat saya suruh minggir karena akan ada kereta lewat yang pertama sekitar pukul 15.18," ujarnya, Jumat (17/11).
Setelah itu, korban menepi dan berjalan ke arah selatan. Korban sempat duduk di belakang gudang rumah warga.
Tidak lama berselang sekitar pukul 15.50 WIB, ada KA Jenggala melintas dari arah Stasiun Wonokromo ke arah Sidoarjo.
Korban tiba-tiba sudah berdiri di tengah perlintasan KA. Tubuh korban lalu tertabrak KA dan terseret sekitar 20 meter lebih.
Korban tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh tidak utuh. "Korban jalan kaki, sebelumnya terlihat wajahnya agak seperti orang ada masalah,"sebutnya.
Sementara itu, salah satu warga, Damar, menambahkan, korban sudah berusaha bunuh diri menabrakkan diri ke KA dua kali. Namun, oleh warga sudah diingatkan.
"Korban laki-laki. Sempat duduk-duduk (di rel) diingatkan warga," ucapnya.
Kapolsek Gayungan Kompol Trie Sis Biantoro mengungkapkan, korban diduga sengaja menabrakkan diri ke KA yang melintas. "Dugaan awal bunuh diri. Motif masih didalami," singkatnya.
Sementara dari pantauan Radar Surabaya, jenazah korban setelah diidentifikasi Tim Inafis Polrestabes Surabaya lalu dievakuasi menggunakan ambulans PMI ke RSUD dr Soetomo untuk dilakukan visum. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa