Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

5 Perampok Empat Perumahan Mewah di Surabaya Ternyata Komplotan Asal Palembang, Eksekutornya Beristrikan Warga Sidoarjo

Guntur Irianto • Sabtu, 18 November 2023 | 14:08 WIB
Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus curat yang berhasil diamankan di Mapolrestabes Surabaya. (Suryanto/Radar Surabaya)
Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus curat yang berhasil diamankan di Mapolrestabes Surabaya. (Suryanto/Radar Surabaya)

SURABAYA – Lima pelaku perampokan rumah mewah di perumahan Puri Galaxy, Cluster Bamboo Lake, Sukolilo, Surabaya, diamankan Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Mereka ternyata tidak hanya beraksi di tiga rumah. Kelimanya juga mencuri di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP) lain.

Tersangka adalah Brata Kanda, 42, warga Tanah Grogot Paser, Kalimantan Timur; dan M Edi, 44, warga Palembang, sebagai eksekutor pembobolan rumah.

Kemudian tersangka Hendra, 43, warga Palembang; Faisal Tanjung, 36, warga Musi Banyuasin; dan Juni Alamsyah, 39, warga Palembang, juga beraksi di empat TKP lain.

Empat TKP tersebut adalah Perumahan Puri Galaxy Cluster Bamboo Lake, Sukolilo; Perumahan Babatan Pratama, Wiyung; perumahan di Kedung Baruk Utara, Rungkut, dan Perumahan Regency, Sukolilo.

Kelimanya juga diketahui mencuri di perumahan Babatan Pratama pada September dan Baruk
Utara pada Agustus lalu.

Hasil penyidikan, mereka berhasil mencuri uang Rp 100 juta dan perhiasan dari Puri Galaxy, Cluster Bamboo Lake Sukolilo

"Total kami sita uang Rp 200 juta dari hasil pembobolan rumah dan puluhan laptop serta handphone (HP) dan perhiasan. Total seluruhnya mencapai ratusan juta rupiah,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono, kemarin (17/11).

Komplotan ini belum menjual barang-barang yang dicuri. Mereka mengumpulkan terlebih dahulu hasilnya. Kemudian menunggu setelah selesai beraksi lantas berbagi keuntungan.

Sayang, ketua kelompok tersebut berinisial B sampai saat ini masih buron. “Saat penangkapan
kelimanya, ternyata B sudah kabur ke Palembang. Mereka memang sindikat dari Palembang,” ungkap Hendro..

Saat beraksi, komplotan ini menyewa mobil rental. Tersangka Brata bertugas menyiapkan mobil sewaan dan sebagai penunjuk jalan. Ini karena istri Brata tinggal di Desa Kwangsan, Sedati, Sidoarjo.

Sehingga sedikit banyak ia tahu tempat menyewa mobil dan perumahan mewah yang akan disasar.

“Mereka menggunakan mobil rental untuk beraksi. Mereka juga beraksi di Sidoarjo satu kali. Ini sudah kami koordinasikan dengan polres setempat,” ujarnya.

Komplotan ini termasuk nekat karena melakukan pencurian di rumah kosong pada siang dan sore hari.

Saat mengincar sasarannya, berbekal mobil, mereka parkir di salah satu perumahan mewah yang menjadi target. Setelah melihat ada rumah kosong, eksekutor mulai beraksi dengan berbekal linggis.

“Mereka memastikan rumah itu kosong dengan cara melihat kunci gembok pagar dan mencoba memencet bel beberapa kali. Jika ada penghuni keluar mereka pindah target,” ungkapnya.

Tetapi jika dibel tidak ada respons, maka pelaku akan memanjat pagar kemudian merusak gembok dari dalam. Selanjut­nya, komplotan ini membuka pintu rumah menggunakan linggis dan menguras isi rumah korban.

“Seluruh barang bukti masih ada pada mereka. Mereka baru datang ke Surabaya pada 13 November lalu dan langsung beraksi. Saat kami amankan pada Selasa (14/11) mereka baru selesai beraksi,” tuturnya. (gun/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#surabaya #curat #curas #palembang #sindikat #perumahan #polrestabes surabaya #rampok