Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sekdaprov Jatim Adhy Karyono Sebut Setiap Bulan Ada 1.900 Kasus Siber Berkaitan dengan Perbankan

Mus Purmadani • Jumat, 17 November 2023 | 00:26 WIB

 

Sekdaprov Jatim Adhy Karyono. (ISTIMEWA)
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Adhy Karyono mengajak jajaran dewan komisaris Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia untuk memperkuat layanan publik dan perbankan yang berbasis digital.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri gelaran Welcome Dinner Forum Komunikasi Dewan Komisaris Badan Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK - BPDSI) Wilayah Tengah di Sheraton Hotel Surabaya, Rabu (15/11) malam.

“Di Jatim, kami sedang melaksanakan government reform, semua layanan bisa digital hingga pelayanan publik. Demikian BUMD, kami punya 10 BUMD besar salah satunya bank Jatim, kita terapkan terus digitalisasi khususnya untuk perbankan,” katanya.

Menurut Adhy, tujuan dilakukannya digitalisasi, khususnya di bidang perbankan, adalah untuk meningkatkan kemudahan akses perbankan bagi masyarakat. Serta meningkatkan efisiensi perbankan sehingga akan mendorong peningkatan aktivitas perekonomian.

Lebih lanjut ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur pada periode triwulan II/2023 tercatat tumbuh impresif sebesar 5,24 persen year on year (yoy). Atau 25,24 persen kontribusinya terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,45 persen untuk perekonomian nasional.

Secara APBD, tahun 2023 pendapatan Jatim sebesar Rp 32 triliun dan belanja sebesar Rp 37 triliun.

Angka ini, katanya, didapat setelah penambahan. Hal serupa juga terjadi pada investasi yang meningkat sebesar 34,8 persen. “Jadi kami perkirakan di Jatim, ketika diketok palu PAPBD maka akan beredar Rp 4,9 triliun yang kelihatannya ekosistemnya akan nyangkut melalui Bank Jatim. Oleh karenanya penguatan digitalisasi perbankan sangat dibutuhkan, sehingga aktivitas perekonomian berjalan dengan lancar dan efisien,” bebernya.

Selain penguatan digitalisasi, Adhy menyampaikan terkait dengan sistem keamanan perbankan. Mengingat saat ini banyak sekali kejahatan siber yang terjadi dan menimpa masyarakat.

“Ada 1.900 kasus siber setiap bulannya yang berkaitan dengan perbankan. Kita ingin melihat kesiapan kita dan antisipasi kita, dalam melaksanakan mitigasi risiko dengan memperkuat sistem keamanan siber kita," ungkapnya.

Selain digitalisasi perbankan, Adhy juga menyampaikan berkaitan dengan reformasi layanan kesehatan, khususnya untuk rumah sakit.

Jatim, lanjutnya, memiliki rumah sakit terbesar di ASEAN yakni RSUD Dr. Soetomo.

“Kami sudah launching 1 tower STOC, semacam layanan VVIP yang kelas internasional dan kamar bedah khusus dengan standar yang paling tinggi dan canggih di Indonesia dan ada bedah estetik untuk kecantikan dan kamar dengan kualitas bintang 4, parkirnya juga valet, semuanya kami buat sama dengan Singapura,” pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Adhy Karyono #sekdaprov jatim #kejahatan siber perbankan #Radar Surabaya #Berita Radar Surabaya Terkini