SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkomitmen memenuhi indikator predikat kota layak anak (KLA). UNICEF menyambut baik kebijakan itu. Sehingga keduanya menjalin kerja sama melalui penandatanganan MoU Child Friendly Cities Initiatives (CFCI).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berkomitmen meraih predikat KLA. Tapi, menurutnya, perlu dukungan banyak pihak. Sebab kolaborasi stakeholder merupakan salah satu indikator.
“UNICEF mengaku bahwa Surabaya sangat luar biasa dengan kemampuan dan komitmen Pemkot Surabaya bersama DPRD, itu yang membuat mereka senang. Serta yakin bahwa Surabaya bisa menjadi kota ramah anak. Setelah ini mereka akan mendampingi Kota Surabaya menjadi kota rujukan, ini adalah langkah pertama Surabaya menuju kota layak anak tingkat dunia," ujar Cak Eri, sapaan karib Wali Kota Eri Cahyadi, Selasa (14/11).
Pemkot cukup serius untuk mewujudkan cita-cita itu. Salah satunya melalui menjaga tumbuh kembang anak-anak. Menurutnya, langka itu perlu strategi yang komprehensif.
Cak Eri berupaya menjaga tumbuh kembang anak-anak. Salah satunya secara psikis.
Pemkot menggelar Edukasi Asik Tentang Internet Sehat dan Aman untuk Remaja Bareng Pusat Pembelajaran Keluarga.
Pemkot sudah mengajak 700 peserta. Terdiri dari siswa SMP hingga SMA/SMK. Itu menjadi salah satu upaya agar anak-anak lebih bijak dalam penggunaan internet dan penggunaan media sosial, karena anak-anak berisiko terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.
“Karena salah pergaulan atau hancurnya masa remaja biasanya disebabkan oleh internet. Salah satu upaya yang akan kita lakukan adalah setiap akhir pekan," paparnya.
Harapannya, Gedung Balai Budaya dapat bermanfaat. Yaitu sebagai sarana menampilkan pertunjukan dari tingkat SD, SMP, dan SMK. Tujuannya untuk menggali kemampuan dan talenta pelajar.
"Tiap sekolah itu akan bergantian memunculkan keberanian anak-anaknya,” terangnya.
Dia pun mendorong anak-anak Kota Surabaya menjadi agen perubahan. Salah satunya melalui keberanian dalam menyampaikan pendapat. Cak Eri berharap para pelajar turut berkontribusi untuk pembangunan kota.
"Seperti mengikuti kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan," ucapnya.
Selain itu, dia berharap anak-anak itu proaktif terhadap lingkungan sekitarnya. Sehingga, kepekaan itu berubah menjadi sebuah usulan yang mengarah ke perubahan. Sebab, menurutnya perubahan dapat dimulai dari tingkat bawah.
“Kita dorong anak-anak memiliki akhlak bagus, menjadi pemimpin kemudian hari, berani mengeluarkan pendapat, mampu berkomitmen mengajak teman-temannya menjadi sahabat, ini salah satu langkah menekan kenakalan dan bullying," paparnya.
Penandatanganan MoU itu bagian dari rencana kerja tahunan (RKT) Pemkot Surabaya. Dia berkomitmen untuk menjaga anak-anak di Kota Pahlawan.
Sehingga Cak Eri bersama DPRD Kota Surabaya terus bersinergi dan berkolaborasi membangun Kota Pahlawan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
"Kekuatan kita adalah kebersamaan, meski enam kali mendapat predikat utama kota ramah anak, kita tidak berpuas diri. Kita berani keluar dari zona nyaman untuk menciptakan hal baru," imbuh Cak Eri. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa