SURABAYA - Belum ada keluhan soal bau menyengat di area Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya sejak Piala Dunia U-17 dimulai pada Jumat (10/11) lalu. Sebab, Pemkot Surabaya terus mengelola sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.
Ada perlakuan khusus selama event bergengsi itu berlangsung. Sub Koordinator Pengelolaan Sarana dan Prasarana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agustinus Hendra CA mengatakan, penyemprotan TPA Benowo bagian dari persiapan Piala Dunia U-17.
Menurut dia, upaya menekan bau menyengat itu sudah berjalan sejak awal November lalu. Pengelolaan sampah melalui penyemprotan cairan itu lebih ketat.
"Sebelumnya, ini pengelolaan rutin di TPA Benowo. Tapi, kemarin persiapan menjelang pembukaan Piala Dunia lebih intens," ujarnya kepada Radar Surabaya, Senin (13/11).
Intensitas pengelolaan itu melalui penyemprotan yang dilakukan berulang. Khusus Piala Dunia U-17, penyemprotan bisa empat kali dalam sehari. Pada hari biasa, penyemprotan cairan mikro organik itu maksimal dua kali sehari. "Titik penyemprotannya banyak dan tersebar," ucapnya.
Penyemprotan sesi pertama berlangsung pagi hari. Kemudian untuk mengantisipasi penguapan, penyemprotan kedua saat siang hari. Kemudian berlanjut hingga sore dan malam hari.
"Kalau hari biasa itu pagi pukul 07.30 dan 12.00. Kita tambah sore sampai malam harinya. Siang ke sore masih ada panas, khawatir terjadi penguapan juga," urainya.
Penyemprotan itu berlanjut hingga malam hari. Sebab, pihaknya mengalihkan jam operasional TPA menjadi malam hari. Saat itu ada sampah baru yang datang.
"Kita semprot juga yang baru datang supaya pagi harinya tidak terlalu kuat baunya. Kalau dibiarkan, petugas yang pagi hari perlu kerja ekstra," paparnya.
Hendra, sapaan akrabnya, menyebutkan, ada 5-6 titik lokasi penyemprotan dalam sekali pengerjaan. Yaitu beberapa tumpukan sampah TPA. Selain itu, di gasifikasi PSEL Benowo, akses masuk GBT dari tol, akses masuk ke TPA, hingga kawasan rumah-rumah pemulung.
"Kita terus monitoring titik mana yang masih menyengat, itu segera disemprot. Kalau di area masuk GBT dirasa sudah aman, kita fokuskan ke titik lain," terangnya.
Menurut Hendra, cairan itu cukup ampuh. Namanya cairan Eco Lindi. Selain berfungsi menekan bau, penyemprotan itu mampu mengeliminasi lalat. "Dalam sehari kita siapkan sekitar 30 ribu liter. Pelaksananya PT Sumber Organik selaku pengelola TPA Benowo," paparnya. (hil/rek)
Editor : Jay Wijayanto