SURABAYA - Rasio elektrifikasi di Jawa Timur mencapai 99,62 persen. Yakni sebanyak 12.124.238 rumah tangga telah terlayani aliran listrik. Sedangkan 46.840 rumah tangga belum teraliri listrik.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Alam Jawa Timur Nurkholis mengatakan, pihaknya terus meningkatkan rasio elektrifikasi di Jatim, terutama bagi masyarakat tidak mampu.
Menurutnya tidak hanya biaya pemasangan listrik gratis, namun juga pemberian token senilai Rp 300.000 per kepala keluarga (KK) untuk pemakaian selama setengah tahun.
"Jumlah sambungan listrik gratis dan token pada tahun 2019 sebanyak 9.474 Rumah Tangga Miskin (RTM), tahun 2020 sebanyak 1.115 RTM, tahun 2021 sebanyak 1.112 RTM dan 2023 sebanyak 3.875 RTM," ungkap Nurkholis, Minggu (12/11).
Dinas ESDM juga memiliki program Solar Home System yang akan mengaliri daerah terpencil dengan menggunakan listrik solar bertenaga matahari.
"Nah untuk bantuan ini kami berikan untuk membantu masyarakat di dalam upaya pemerintah menekan angka inflasi," terangnya.
Sementara itu General Menager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo mengungkapkan rasio elektrifikasi di Jatim telah mencapai 99 persen.
Adapun sebagian besar keluarga yang belum menikmati aliran listrik tersebar di pulau-pulau kecil di wilayah Madura.
Ia pun menargetkan, pada 2025 rasio elektrifikasi di Jatim bisa mencapai 100 persen.
Untuk memenuhi kebutuhan listrik warga di pulau-pulau terpencil di Madura, akan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang saat ini proses pembangunannya telah dijalankan.
"Pemasangan sambungan listrik gratis bagi warga tidak mampu merupakan bagian dari upaya percepatan elektrifikasi di Jatim," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa