SURABAYA - Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya tengah mengebut proyek drainase di kawasan Tandes dan Sambikerep.
Untuk memuluskan pengerjaan ada upaya yang harus ditempuh.
Yaitu menggeser pipa aliran air milik PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.
Imbasnya aliran air ke rumah warga di area Manukan sempat terhenti.
Penyebabnya murni karena penggeseran pipa. Bukan kebocoran akibat pengerjaan drainase kawasan itu.
"Selama pengerjaan saluran drainase di Manukan Tama tidak ada pipa yang mengalami kebocoran akibat dari pembangunan ini," ujar Kabid Drainase DSDABM Kota Surabaya Windo Gusman Prasetyo, Jumat (10/11).
Titik pengerjaan itu terdapat utilitas pipa air PDAM. Sehingga, Windo perlu berkoordinasi untuk menentukan langkah tepat.
Pilihannya harus menggeser pipa itu agar tidak menghalangi pemasangan box culvert.
"Kita lakukan secara hati-hati dan bertahap, agar tidak mengganggu utilitas dan pipa PDAM di kawasan itu," ungkapnya.
Sebelum proyek berjalan, dia memetakan lokasi pengerjaan. Hasil surveinya adalah menyiapkan lubang yang akan digunakan untuk saluran drainase.
Tujuannya untuk mengecek dahulu kondisi di bawah tanah.
“Kita sudah menyiapkan lubang-lubang untuk pengetesan, apakah di dalamnya itu ada seperti (saluran air) PDAM atau kabel utilitas yang lain. Nah ternyata ada pipa PDAM, lalu kita rapatkan dengan PDAM dan Telkom,” papar Windo.
Windo mengatakan, ada pipa PDAM ukuran 250 milimeter dalam jalur proyek drainase itu.
Hasil rapat, dia menyebutkan, pipa harus digeser. Sehingga, PDAM sepakat untuk melakukan pergeseran pipa air.
"Dengan terpaksa harus memutus sementara aliran air," tuturnya.
Dia menjalankan dua pengerjaan bersamaan. Yakni, menggali saluran untuk pemasangan box culvert, bersamaan dengan menggeser pipa PDAM itu.
Selama pengerjaan itu, pihaknya tidak ada kendala. "Bukan saat kita kerja, membocorkan pipa, bukan. Kita enggak pernah membocorkan pipa,” beber Windo.
Pengerjaan itu berjalan secara terbuka dan tidak tiba-tiba. Artinya, Windo pun berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan.
Tujuannya untuk membantu menyosialisasikan pengerjaan itu.
“Kita minta kepada kelurahan dan kecamatan untuk membantu menjelaskan kepada warga, bahwa ada pergeseran pipa PDAM. Sebelum pengerjaan kita juga sudah melakukan sosialisasi kepada warga,” urainya.
Sementara itu, Manajer Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Binurwati Fitri menjelaskan, pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti itu.
Dia menyebut dua jenis pipa yang terdampak. Yakni, pipa berukuran 250 milimeter dengan diameter 150 milimeter.
"Jadi yang rusak adalah pipa sambungan dari pipa utama yang menuju ke persil-persil pelanggan itu. Jadi bukan pipa utama," kata Fitri.
Untuk sementara, pihaknya menyuplai air bersih ke rumah-rumah warga yang terdampak. Dengan menerjunkan truk tangki sejak awal November lalu.
Total bantuan yang tersalurkan adalah 72 truk tangki air dengan kapasitas 5.000 liter dan 4.000 liter.
"Dari tanggal 1-6 November lalu, sebanyak 329 ribu liter air telah dikirim ke rumah warga terdampak gangguan air di wilayah Manukan dan sekitarnya," terangnya.
Dia menegaskan sebelum pengerjaan, sudah ada koordinasi yang ditempuh. Pemkot Surabaya, PDAM, dan pihak ketiga telah menentukan titik-titik rawan yang terdapat pipa saluran air PDAM.
Di antaranya berada di kawasan Manukan, Tengger Kandangan, hingga Candi Lontar,
“Sudah kami koordinasikan dengan dinas dan manajer terkait, bahkan sudah dilakukan supervisi agar jangan sampai pipa kita itu terkena,” jelasnya.
Pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan air PDAM yang terganggu akibat hal itu. Hingga saat ini jajaran PDAM bersama DSDABM Kota Surabaya terus mengatasi masalah tersebut.
Dia berupaya untuk distribusi air dilakukan hingga kembali normal.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas gangguan air yang terjadi. Upaya untuk distribusi air akan kami lakukan sampai air lancar dan bersih kembali. Atas perhatian dan kerja sama dari pelaksana proyek drainase, warga, pihak kecamatan, kelurahan tokoh masyarakat setempat, dan dinas terkait, kami menyampaikan terima kasih,” imbuhnya. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa