Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Peminat Feeder Wirawiri di Surabaya Terus Meningkat, Bagaimana dengan Armadanya?

Hildan Sepka • Jumat, 10 November 2023 | 17:16 WIB
FEEDER: Wirawiri antre menunggu penumpang di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) Surabaya. (HILDAN SEPKA/RADAR SURABAYA)
FEEDER: Wirawiri antre menunggu penumpang di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) Surabaya. (HILDAN SEPKA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas transportasi publik.

Salah satunya adalah kemunculan Feeder Wirawiri. Peminat angkutan umum berukuran kecil itu pun cukup tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, armada feeder tahun 2023 masih minim.

Kondisi itu tak sejalan dengan tingkat peminatnya. Katanya penggunanya semakin tinggi. "Karena angkutan ini menjangkau di luar jalan utama," ujarnya kepada Radar Surabaya, Kamis (9/11).

Dia mengaku itu menjadi persoalannya. Sebab, untuk mewujudkan komitmen dalam membangun transportasi publik harus dilakukan secara serius.

Rencananya, untuk menjawab tantangan itu ada penambahan unit armada pada tahun depan.

"Tahun ini belum ada tambahan, karena anggaran. Kita rencanakan tahun depan ada penambahan unit melalui anggaran 2024," ucapnya.

Pemkot Surabaya tengah menggodok rencana penambahan armada itu.

Katanya masih dalam tahap kalkulasi. Sebab, pemkot meminta hasil evaluasi tingkat efisiensi.

"Nanti kita bandingkan antara beli unit baru atau menggunakan skema buytheservice (BTS). Lebih hemat yang mana, kita hitung biaya operasional hingga perawatannya," paparnya.

Rencana penambahan unit armada itu bakal berdampak positif. Selain mewujudkan cita-cita pemkot, waktu tunggu makin singkat. Sehingga mobilitas masyarakat meningkat.

"Masih lumayan lama, ya. Selain itu juga ada kawasan yang belum tersentuh akses feeder. Dengan penambahan ini, rasanya itu semua bisa klir," urai Tundjung.

Tundjung menyiapkan langkah untuk mengover peminat feeder yang tinggi.

Salah satunya adalah mengubah rute. Pihaknya pun telah memetakan wilayah berdasarkan tingkat pengguna.

"Ada yang sudah jalan tiga bulan lalu, itu rute Puspa Raya-HR Muhammad. Sebelumnya itu hanya melewati Jalan Lontar, mulai Agustus, kita ubah melewati Pakuwon Indah," ungkapnya.

Modifikasi rute itu sudah melalui berbagai pembahasan. Tujuannya untuk mewadahi masyarakat dari titik keramaian. Yaitu, dari Pakuwon Mall menuju arah CitraLand. "Penumpang meningkat 10 persen," sebut Tundjung.

Sementara itu, Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dishub Kota Surabaya Ali Mustofa menjelaskan, terjadi peningkatan penumpang yang signifikan.

Kenaikannya sekitar 300-500 orang dalam sebulan. Katanya, sebelumnya hanya mencapai 200 penumpang. ’’Tentu ini merupakan hal positif,’’ bebernya.

Untuk sementara, enam feeder melayani rute baru itu. Ali mengungkapkan, kenaikan okupansi masih bisa terlayani dengan armada yang ada.

Namun, pihaknya tetap melakukan evaluasi berkala. ’’Kita hitung rasio loadfactor pergi pulang (PP) lebih dari 1 persen, akan dilakukan kajian penambahan armada,’’ urainya.

Katanya, okupansi pengguna feeder di Surabaya Barat selalu tinggi. Salah satu faktornya adalah kesadaran masyarakat menggunakan transportasi publik meningkat.

Mereka lebih nyaman daripada menggunakan kendaraan pribadi.

"Langkah Pemkot untuk mengurangi polusi dan kemacetan menunjukkan hasil positif. Ini terus kita dorong," imbuhnya. (hil/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#feeder #transportasi publik #Wirawiri Suroboyo #Radar Surabaya #Berita Radar Surabaya Terkini