SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menjajal skema baru untuk menambah armada transportasi publik.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya pun menjajaki kerja sama dengan salah satu perusahaan.
Kepala Dishub Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan pihaknya tengah launching trial bus listrik.
Kalau cocok, bakal ada kerja sama yang dibentuk. Rencananya uji coba itu berlangsung selama tiga bulan.
"Jadi ini satu bulan kita operasikan tiga unit secara bergantian, mulai besar, medium, kecil," ujarnya kepada Radar Surabaya, Selasa (7/11).
Bus listrik baru itu bakal menjajal sejumlah rute trasportasi publik di Kota Pahlawan.
Rencananya, tiap hari rute bus listrik baru itu akan berubah.
Tujuannya untuk menentukan hasil kinerja bus yang beragam.
"Rutenya kita rubah terus, supaya kita tahu dan evaluasi kinerja bus itu kalau rute dari timur bagaimana, barat, utara, hingga selatan," paparnya.
Total kendaraan listrik tersebut ada tujuh unit, jenis bus maupun mobil.
Khusus bus, terdiri dari tiga ukuran, yaitu 12 meter (dua unit), delapan meter (dua unit(), enam meter (dua unit) dan satu mobil listrik.
Dari semua jenis itu, Tundjung membagi dua bagian, yakni sektor jalan utama dan masuk ke dalam jajaran feeder.
Katanya, ukuran besar dan medium masuk ke dalam jajaran utama.
Dua jenis bus listrik itu berjalan bersama armada Suroboyo Bus lainnya.
Sedangkan micro bus itu rencananya memasuki kawasan kecil.
"Jika daerah kecil kita siapkan ini (micro bus, Red) dan feeder seperti apa. Untuk ukuran medium masuknya bisa seperti ke jalan utama. Nanti kita uji coba gratis," paparnya.
Dishub Kota Surabaya pun akan segera menguji coba unit itu.
Katanya menunggu kesiapan armada. Sebab, dia sudah melatih kru untuk menjalankan bus itu.
"Kalau bisa siap besok, ya besok dilakukan. Untuk sopir dari Surabaya Bus, sudah dilatih dulu. Karena beda antara bus konvensional dengan yang listrik ini," urai Tundjung.
Tundjung menuturkan, skemanya kerja sama ini adalah by the service.
Artinya, Pemkot Surabaya membeli layanan saja, tanpa membeli unit.
Sebab, Pemkot Surabaya tengah menghitung tingkat efisiensi yang dihasilkan antara armada lama dengan yang baru itu.
"Katakanlah tiap 1 kilometer Rp 5.000, dalam kontrak operasionalnya dalam sehari berapa kilometer, itu yang dibayar. Nanti isi kontrak ada syarat dan SOP. Tapi soal kontraknya masih dibahas," bebernya.
Sementara itu, Direktur PT Kalista Nusa Armada, Tammam Jannata megatakan kerja sama dengan Pemkot Surabaya ini bertujuan untuk memberikan solusi yang terintegrasi di transportasi publik.
Pihaknya melakukan perencanaan uji coba perdana untuk mengevaluasi kesiapan bus listriknya itu.
"Nanti kita tahu indikator keberhasilannya seperti apa, misalnya soal kinerja bus listrik ini dan dari penumpang, ini kita monitor reguler. Kita juga menunggu nanti dari Pemkot Surabaya seperti apa," imbuhnya. (hil/can/opi)
Editor : Nofilawati Anisa