Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dara Ing Tumindak, Kekuatan Perempuan Yang Bikin Greget Malang Fashion Week

Rahmat Sudrajat • Rabu, 8 November 2023 | 17:48 WIB

 

KUAT DAN MISTERIUS: Havila dan Vany melalui Tiethousand ikut melenggang di antara puluhan model yang memperagakan koleksi ”dara ing tumindak” di Malang Fashion Week 2023. (IST)
KUAT DAN MISTERIUS: Havila dan Vany melalui Tiethousand ikut melenggang di antara puluhan model yang memperagakan koleksi ”dara ing tumindak” di Malang Fashion Week 2023. (IST)

 

SURABAYA – Karya-karya baru yang mempunyai ciri khas sendiri, selalu muncul di setiap perhelatan fashion show di sebuah kota.

Kali ini karya baru dengan model maupun rancangan fresh from the oven muncul di perhelatan Malang Fashion Week (MFW) 2023.

Adalah dua perancang perempuan, yakni Havila dan Vany, mengusung warna-warna bumi (earth tone color) yang hangat dan menyimpan kekuatan melalui proyek desain Tiethousand.

Havila mengatakan, untuk perhelatan Malang Fashion Week 2023, Tiethousand mengusung tema “dara ing tumindak”.

Tema yang yang dipilih mempunyai arti dalam bahasa Indonesia adalah beberapa sifat perempuan dalam bertahan.

“Untuk itulah karya-karya kami memiliki karakter yang kuat lewat padu padan bahan yang berkualitas, seperti kain drill, polyester, dan katun. Menjadi sebuah karya ready to wear yang bisa digunakan untuk berbagai kesempatan,” jelas Havila dalam keterangan resminya kepada Radar Surabaya, Rabu (8/11).

Vany menambahkan, koleksi pertama Tiethousand ini memilih warna-warna dari tanah, batu, dan laut bagian dalam, seperti coklat, abu, dan biru tua.

Semua warna-warna itu diharmonisasi menjadi sebuah koleksi yang menunjukkan nilai karakter dari setiap perempuan, yaitu kuat (batu), misterius (laut terdalam), dan pemberi kehidupan (tanah) berpadu sempurna dengan bahan berkualitas.

Konsep desain yang berkarakter ini diwujudkan dengan padu padan bahan yang berkualitas, seperti kain drill, polyester, dan katun.

“Melalui karya ini, kami berharap perempuan bisa tampil memiliki karakter warna-warna yang kuat, namun tetap menampilkan sisi feminin dan mampu bertahan dengan kondisi alam,” ungkap Vany.

Meski sebagai pendatang baru dalam dunia fashion, Havila dan Vany melalui Tiethousand berkomitmen untuk terus menggelorakan karya yang mampu menambah aura kesempurnaan perempuan Indonesia yang anggun dan memiliki karakter yang kuat.

Kesan feminin juga ikut ditambahkan sang desaienr melalui siluet busana yang menambah aura hangat dari sosok perempuan yang tegas penuh karakter.

Tak heran jika karya-karyanya keduanya bikin greget dan terus menjadi perhatian dari audiens Malang Fashion Week 2023. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#fashion #Malang fashion week #dunia fashion #perempuan #Radar Surabaya #Berita Radar Surabaya Terkini #Perancang