Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Begini Ajakan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji Jelang Piala Dunia U-17

Nofilawati Anisa • Senin, 6 November 2023 | 17:24 WIB
SUVENIR PIALA DUNIA: Pernak pernik tentang Piala Dunia U-17 produksi Livia Astria. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SUVENIR PIALA DUNIA: Pernak pernik tentang Piala Dunia U-17 produksi Livia Astria. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Opening ceremony Piala DuniaU-17 tinggal lima hari.

Penjualan produk UMKM pun tengah menggeliat.

Pemkot Surabaya terus mendorong warga dan pengunjung agar membeli pernak-pernik itu.

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji terus mendorong warga dari dalam maupun luar kota Surabaya membeli produk Piala Dunia U-17.

Sebab, produksi cendera mata itu melibatkan puluhan UMKM di Surabaya.

Dia memastikan produk itu berkualitas.

"Sudah kita siapkan pemasarannya," ujarnya kepada Radar Surabaya, Minggu (5/11).

Cak Ji, sapaan karib Armuji, mengatakan, skema pemasaran produk itu menyebar di sejumlah titik.

Yakni, penjualan secara langsung hingga melalui daring.

Pemkot Surabaya melibatkan banyak lapisan, salah satunya perhotelan.

"Karena penjualan di area Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sepenuhnya wewenang FIFA," ucapnya.

Katanya, Pemkot Surabaya menargetkan 20 ribu produk dengan logo komposit terjual.

Untuk sementara, suvenir yang sudah terjual sekitar 5.000 buah.

Cak Ji meminta pemasaran terus digenjot agar penjualan maksimal.

Rencananya, Pemkot Surabaya menempatkan satu gerai khusus.

Lokasinya di pedestrian depan Surabaya Kriya Gallery (SKG) Siola, Jalan Tunjungan.

Tempat itu menyediakan berbagai macam suvenir Piala Dunia U-17.

"Hanya satu booth di sana," ungkap Cak Ji.

Harapannya, logo komposit "Sulo dan Bolo" itu mendongkrak penjualan.

Sebab, logo itu menonjolkan ikon Surabaya dengan sentuhan tema sepak bola dunia.

Dia pun mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kreativitas.

"Ya untuk memaksimalkan kesempatan piala dunia ini," jelasnya.

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM yang menjadi mitra Pemkot Surabaya di Piala Dunia U-17 Livia Astria fokus memproduksi suvenir, gantungan kunci, hiasan kulkas, hingga kaos.

Dia berkreasi dengan mengusung ciri khas Kota Surabaya.

Sebab, ada regulasi yang mengatur itu.

"Kalau berkaitan dengan Pildun U-17 ini memang tidak boleh, font juga tidak boleh. Jadi desain sendiri, sehingga kita ada logo sendiri, jadi enggak pakai maskot resmi Bacuya," urainya.

Dia tak menemukan kendala selama produksi.

Sebab, Diskopdag terus mengawal para pelaku UMKM.

Selain itu, menurutnya, sektor pemasarannya, Livia fokus memenuhi kebutuhan SKG Siola.

"Terjangkau semua harganya, dari Rp 20 ribu sampai Rp 120 ribu," imbuhnya. (hil/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#wakil wali kota #Piala Dunia U-17 #umkm #armuji #suvenir #Berita Radar Surabaya Terkini