Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pelebaran Jalan Wiyung-Lakarsantri Mendesak Dilakukan, Begini Alasan Pemkot Surabaya

Hildan Sepka • Senin, 6 November 2023 | 17:08 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki wacana pelebaran Jalan Wiyung-Lakarsantri.

Tahap awal dimulai tahun depan dan akan dilakukan secara bertahap. 

Rencananya bakal ada sinergi dari tiga wilayah.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, tahap awalnya adalah pembebasan lahan.

Yaitu dari Wiyung hingga Lidah Kulon.

Pembangunan proyek itu berjalan dari dua sisi.

"Tahapan pembangunan akan dimulai pada tahun anggaran 2024," ujar Cak Eri, sapaan karib Wali Kota Eri Cahyadi kepada Radar Surabaya, Minggu (5/11).

Pembebasan lahan diharapkan dimulai awal tahun depan.

Sehingga, proyek pembangunan Jalan Wiyung-Lakarsantri dapat segera dilakukan.

Tahap pertama pelebaran sampai kawasan Lidah.

"Ini nanti dari arah keluar dan masuk menuju Surabaya," ucapnya.

Setelah itu rampung, proyek berjalan bertahap.

Pengerjaan dicicil setiap tahun.

Target pengerjaan pelebaran itu sampai Lakarsantri.

”Pada 2026 atau 2027 nanti sampai Gresik (perbatasan, Red). Itu yang ada di RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) kami,” papar Cak Eri.

Menurutnya, pelebaran jalan itu bakal diikuti Pemkab Gresik.

Proyeknya bakal melebarkan akses Menganti-Lakarsantri.

Bahkan, rencananya akan lebih lebar lagi.

"Ini positif. Sebab, tidak ada lagi bottleneck atau penyempitan jalan,” ungkap Cak Eri.

Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo terus berkoordinasi dalam pembangunan.

Itu dilakukan agar arah pembangunan berjalan sinkron.

Sebab, ketiga wilayah itu saling bergantung.

"Sehingga pembangunan ini untuk memperlancar konektivitas,” jelasnya.

Cak Eri menilai, perlu sinergi antardaerah untuk pembangunan jalan dan penyediaan transportasi publik.

Tujuannya, memudahkan mobilitas masyarakat dari wilayah aglomerasi tersebut menuju dan keluar Surabaya.

Sehingga simpul kemacetan antarwilayah perbatasan harus diselesaikan.

”Harapan kami tidak telat (pembangunannya, Red) Suroboyo,’’ urainya.

Sementara itu, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Adi Gunita menjelaskan, pembangunan Jalan Wiyung–Lakarsantri sangat krusial.

Artinya bersifat mendesak untuk segera diwujudkan.

Sebab, posisinya merupakan jalur arteri untuk kawasan Surabaya barat dan selatan.

"Kondisinya saat ini sudah padat. Bisa dilihat seperti di simpang Jalan Wiyung–Jalan Babatan Unesa, terjadi penumpukan kendaraan. Sehingga Jalan Raya Lidah Wetan perlu diperlebar,” kata Adi.

Tahun depan Pemkot Surabaya memprioritaskan pembangunan dan pembebasan lahan.

Pembebasan lahan diupayakan tuntas sampai dengan Lakarsantri.

Sedangkan pembangunan jalan dari titik Jalan Lidah Wetan sampai dengan Puskesmas Lidah Kulon.

Total panjang jalan mulai dari Jalan Lidah Wetan hingga perbatasan Surabaya mencapai lima kilometer (km).

Segmen pertama yang digarap sepanjang 1,4 km.

Anggarannya masih dalam tahap finalisasi.

"Saat ini masih pengajuan penentuan lokasi ke Pemprov Jatim. Targetnya, segmen pertama dan pembebasan lahan tuntas tahun depan,” imbuhnya. (hil/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#pelebaran jalan #lakarsantri #pemkot surabaya #wiyung #Berita Radar Surabaya Terkini