SURABAYA - Untuk mendukung program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN), BNN RI membangun laboratorim narkotika di Desa Baengas, Kecamatan Labang, Bangkalan Madura.
"Laboratorium narkotika di Bangkalan ini bertujuan untuk menunjang tugas pokok dan fungsi BNN. Yaitu dalam hal pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika atau P4GN di masyarakat," kata Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, Kamis (2/11).
Dia menjelaskan, saat ini sebanyak 1.127 new psychoactive substances (NPS) atau zat psikoaktif baru telah beredar di dunia.
Bahkan, 170 di antaranya telah masuk dan beredar di Indonesia.
"Dan masih diperkirakan masih banyak lagi NPS yang beredar dan belum terdeteksi. Oleh karena itu sangat penting bagi BNN RI untuk memperbanyak laboratorium narkotika di Indonesia," terangnya.
Laboratorium ini, lanjut Petrus, merupakan laboratorium keempat di Indonesia yang didirikan oleh BNN RI.
Setelah sebelumnya membangun laboratorium narkotika di Deli Serdang, Sumatera Utara, laboratorium di Baddoka, Sulawesi Selatan dan laboratorium di Samarinda, Kalimantan Timur.
"Pendirian laboratorium ini juga bertujuan untuk menguatkan pelaksanaan tugas dan fungsi Pusat Laboratorium BNN. Yaitu pengembangan laboratorium narkotika dan pelaksanaan pengujian narkotika, psikotropika, prekursor dan bahan adiktif lainnya, kecuali tembakau dan alkohol di daerah," tandasnya. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa