Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Usulan M. Tabrani Sebagai Pahlawan Nasional Sudah di Dewan Gelar, Balai Bahasa Jawa Timur Lakukan Ini

Rahmat Sudrajat • Selasa, 31 Oktober 2023 | 16:27 WIB

 

SERIUS: Suasana seminar yang mengangkat tema Membedah Tabrani, Gerakan dan Pemikirannya Mendahului Zaman yang dihelat di Hotel Movenpick Surabaya, Senin (30/10). (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
SERIUS: Suasana seminar yang mengangkat tema Membedah Tabrani, Gerakan dan Pemikirannya Mendahului Zaman yang dihelat di Hotel Movenpick Surabaya, Senin (30/10). (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Perjalanan pengajuan gelar Pahlawan Nasional kepada M. Tabrani tinggal selangkah lagi.

Saat ini, perjalanan itu sudah sampai di Dewan Gelar, untuk selanjutnya akan diputuskan kapan anugerah pahlawan nasional itu disematkan kapada penggagas bahasa persatuan, bahasa Indonesia tersebut.

Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Umi Kulsum menjelaskan, tahun ini pihaknya sedang melaksanakan kegiatan besar.

Yakni bagaimana caranya agar M. Tabrani sebagai penggagas bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia, bisa mendapat gelar pahlawan nasional.

Proses yang panjang pun sudah dilakukan oleh Balai Bahasa Jawa Timur.

“Beberapa diskusi, beberapa seminar sudah kami laksanakan. Demikian juga terkait dengan dokumen-dokumen atau laporan-laporan yang menunjang untuk menjadi pahlawan nasional, sudah kami lakukan semua,” ungkap Umi Kulsum di sela seminar yang mengangkat tema Membedah Tabrani, Gerakan dan Pemikirannya Mendahului Zaman yang dihelat di Hotel Movenpick Surabaya, Senin (30/10).

Diakuinya dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) memang menyampaikan sejauh mana peran M. Tabrani berdampak ke masyarakat.

Hal itu bisa ditelisik lewat buku-buku karya pria asli Pamekasan itu.

“Untuk menyikapi hal itu, Balai Bahasa Jatim pun langsung menggelar bedah buku karya M. Tabrani. Ada tiga buku yang kami bedah,” ungkapnya.

Umi Kulsum menyebut, buku pertama Ons Wapen.

Buku ini ditulis ketika M. Tabrani kuliah di Jerman dan studinya sudah masuk tahap skripsi.

Buku ini terkait dengan jurnalistisk.

“Karena memang profesi M. Tabrani adalah seorang jurnalis,” ungkapnya.

Buku kedua yang dibedah, lanjut Umi, berjudul Anak Nakal Banyak Akal.

Buku ini merupakan autobiografi dari M. Tabrani saat sekolah.

“Titik poin buku ini adalah ketika M. Tabrani mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bukan mengusulkan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan di kongres,” paparnya.

Buku terakhir atau ketiga adalah Seri Minoriteit.

Umi menjelaskan jika buku ini terkait dengan pandangan M. Tabrani terhadap minoritas yang ada di Indonesia.

“Beliau menyatakan bahwa orang China, orang Arab dan sebagainya itu menjadi warga negara Indonesia. Jangan ada pengkotak-kotakan terkait dengan apakah ini WNI atau asing. Karena sama-sama berjuang dan sama-sama tinggal di Indonesia,” ujarnya.

Ditambahkan Umi Kulsum, TP2GP pada Agustus lalu juga sudah hadir ke Jatim.

Berkaitan dengan usulan gelar Pahlawan nasional kepada M. Tabrani ini, mereka meminta tiga buku yang dibedah tersebut.

“Tiga buku tersebut sudah kami berikan. Kemudian terkait dengan dampaknya, maka kita gelar acara hari ini. Lalu tentang dampak M. Tabrani setelah tahun 1926, karena memang titik tertingginya di tahun tersebut. Tepatnya ketika M. Tabrani menggagas bahasa persatuan bahasa Indonesia, bukan bahasa Melayu. Nah, saat ini kami sudah sampaikan semuanya, mulai dari kiprah hingga dampak buku tersebut bagi Indonesia,”paparnya.

Nah saat ini, lanjut Umi, proses pengajuan itu sudah ada di Dewan Gelar.

Ia berharap Dewan Gelar segera bisa menggolkan M. Tabrani sebagai pahlawan nasional.

“Kini kita semua tinggal menunggu kabar baik dari Dewan Gelar,” pungkasnya.

Di acara yang sama, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Jawa Timur M. Anas mengatakan jika semua proses administgrasi terkait pengajuan gelar pahlawan nasional pada M. Tabrani sudah rampung secara keseluruhan.

Semua proses pengajuan sudah sesuai aturan, mulai dari pemerintah kabupaten hingga pemerintah provinsi.

Juga sudah ada surat rekomenadasi Gubernur Jatim dan semua persyaratan sudah disampaikan ke kementerian social (kemensos).

Lewat TP2GP, Kemesos juga sudah menyidangkannya.

“Tahapan akhir ada di Dewan Gelar untuk diputuskan apakah yang bersangkutan layak atau tidak mendapat gelar pahlawan nasional,” kata Anas.

Muhammad Tabrani atau M. Tabrani lahir di Pamekasan, Madura, pada tahun 1904.

Ia merupakan seorang jurnalis dan pejuang kemerdekaan.

Ia pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi koran Hindia Baroe pada tahun 1926-1940.

M. Tabrani secara terang-terangan selalu menggunakan istilah bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam korannya sejak awal tahun 1926.

Hal tersebut dapat dilihat dalam sebuah kolom yang dimuat di Koran Hindia Baroe yang diberi nama “Anak dan Bahasa Indonesia”.

Kolom tersebut berisi sumbangan tulisan yang dikirim oleh pembaca-pembacanya dan merupakan cerminan bahwa penamaan bahasa Indonesia sudah mulai dimasyarakatkan dalam koran yang dipimpin oleh M. Tabrani.

Selain menginisiasi adanya kolom tersebut, pemikiran-pemikiran Tabrani tentang bahasa Indonesia secara jelas dapat dibaca dalam tulisannya yang dimuat di Koran Hindia Baroe.

Sebuah tulisannya yang berjudul “Bahasa Indonesia” secara jelas dan gamblang berusaha untuk meyakinkan dan mengemukakan bahwa bahasa tersebut merupakan bahasa persatuan demi mencapai kemerdekaan Indonesia. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#surabaya hari ini #bahasa persatuan #balai bahasa jawa timur #Muhammad Tabrani #pahlawan nasional #bahasa indonesia