SURABAYA - Berakhir sudah pelarian Sendy alias Eza, 22, sebagai pelaku pencurian motor perempuan dengan modus diajak kencan bahkan hingga berhubungan badan.
Kini tersangka asal Kelurahan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, kos di sekitar Terminal Bungurasih, Waru, Sidoarjo, itu mendekam di tahanan Mapolsek Wonocolo.
Kapolsek Wonocolo Kompol M Soleh mengungkapkan, kasus pencurian terungkap setelah korban berinisial L, mahasiswi asal Lamongan, melapor ke Polsek Wonocolo menjadi korban penipuan dan pencurian motor.
Awalnya tersangka kenal dengan korban melalui aplikasi Omi. Setelah terlibat komunikasi intens, keduanya kenal dekat dan menjalin hubungan asmara.
Tersangka lalu mengajak korban kencan di penginapan Jalan Sidosermo, Minggu (15/10) pagi.
Saat itu, tersangka sudah mengincar motor Honda Vario milik korban.
Saat korban tertidur di dalam kamar usai berkencan, tersangka mencuri motor, ATM dan HP korban.
Dia lalu kabur meninggalkan korban. Usai menjadi korban pencurian, korban lalu melapor ke Polsek Wonocolo.
Polisi melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku.
Seminggu setelah pengejaran, tersangka terdeteksi berada di Malang.
Setelah dikejar ke Malang, tersangka berhasil kabur.
Kemudian tersangka berhasil ditangkap di kos sekitar Bungurasih.
"Tersangka sudah 11 kali melakukan aksi pencurian motor dengan modus sama. Dia kenalan dengan korban melalui Omi terus diajak jalan atau kencan," ujar Soleh kepada Radar Surabaya, Senin (30/10).
Tersangka meyakinkan korban dengan mengaku sebagai pegawai swasta atau PNS.
Biasanya tersangka butuh waktu selama satu minggu untuk mendekati korban. Setelah dibujuk rayu, tersangka mengajak korban bertemu.
"Ada korban yang diajak bersetubuh. Jadi, korban cewek semua, ada mahasiswa, usia dewasa dan pekerja," sebut Soleh.
Tersangka Sendy alias Eza mengaku mencari korban cewek lewat aplikasi Omi.
Kemudian dipacari dan dicuri motornya. "Sudah 11 kali. Baru pertama kali ini ketangkap," ucapnya.
Eza mengaku motor hasil pencurian dijual melalui Facebook dengan akun palsu atas nama M Rehan. Setelah ada pembeli, kemudian transaksi bertemu langsung.
"Motor rata-rata matik, jual laku Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Uangnya dipakai untuk sehari-hari, bayar kos, dan bayar utang," ucapnya. (rus/rek)
Editor : Jay Wijayanto