Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Gerakkan Penduduk Usia Produktif dengan Program Padat Karya

Hildan Sepka • Kamis, 26 Oktober 2023 | 17:17 WIB

 

SIAP KERJA: Program padat karya menjadi salah satu strategi Pemkot Surabaya untuk menggerakkan penduduk usia produktif yang jumlahnya mendominasi. (IST)
SIAP KERJA: Program padat karya menjadi salah satu strategi Pemkot Surabaya untuk menggerakkan penduduk usia produktif yang jumlahnya mendominasi. (IST)

SURABAYA – Surabaya memiliki lebih banyak penduduk berusia produktif daripada yang tidak produktif.

Berdasarkan data Proyeksi Penduduk Kota Surabaya tahun 2022 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, persentase penduduk usia produktif 15-64 tahun di kota mencapai 70,53 persen.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, tingginya jumlah usia produktif (bonus demografi) ini, dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian dan mengurangi pengangguran di Kota Surabaya.

Caranya, yakni menggerakkan penduduk usia produktif tersebut dengan program Pemkot Surabaya, seperti padat karya dan pelatihan kerja.

"Sebenarnya, dengan bonus demografi yang muda-muda ini, berarti semangat kerjanya tinggi. Artinya, kita memiliki tenaga yang bisa kita andalkan," kata Wali Kota Eri, Rabu (25/10).

Di momen bonus demografi seperti saat ini, Wali Kota Eri menerangkan, dirinya akan terus menggerakkan pemberdayaan hingga membuka lapangan pekerjaan baru melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya.

Tak hanya itu, dia mengungkapkan, Pemkot Surabaya juga menggandeng perusahaan-perusahaan swasta untuk melakukan rekrutmen atau seleksi tenaga kerja asal Kota Pahlawan.

"Jadi, bagaimana kita bisa menyalurkan semangat-semangat pemuda ini, yang memang usia produktif ke tempat-tempat pekerjaan yang menguntungkan, memberikan hasil kepada pemilik perusahaan, padat karya, itu saja sebenarnya," terangnya.

Semua itu dilakukan oleh Wali Kota Eri untuk mengurangi pengangguran dan menghadapi fenomena bonus demografi di Kota Pahlawan.

Sebab, laju pertumbuhan penduduk tahun 2023 di Kota Surabaya diproyeksikan mengalami kenaikan.

Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) semester I/2022 dari Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah penduduk Kota Surabaya sebanyak 2.972.801 jiwa.

Sementra itu, berdasarkan proyeksi pada tahun 2023, penduduk Kota Surabaya mengalami kenaikan jumlah menjadi 2.997.547 jiwa atau naik 0,89 persen.

"Sebenarnya itu yang kita kerjakan, menggerakkan padat karya kemudian kerja sama dengan perusahaan-perusahaan, yang kita lakukan hari ini. Untuk apa? Untuk mengurangi pengangguran dan mengatasi bonus demografi itu," pungkasnya. (hil/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Kota Surabaya #Padat Karya #Berita Hari Ini #usia produktif #berita surabaya terkini #bonus demografi