Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pengelolaan Wisata Kampung Lawas Maspati Surabaya Jadi Percontohan di Selangor Malaysia

Hildan Sepka • Kamis, 26 Oktober 2023 | 14:43 WIB

 

Ketua Pokdarwis Kampung Lawas Maspati Surabaya, Sabar Swastono (tiga dari kanan) bersama sejumlah delegasi Negeri Selangor Malaysia dalam simposium pengelolaan kampung wisata berbasis masyarakat.
Ketua Pokdarwis Kampung Lawas Maspati Surabaya, Sabar Swastono (tiga dari kanan) bersama sejumlah delegasi Negeri Selangor Malaysia dalam simposium pengelolaan kampung wisata berbasis masyarakat.

SURABAYA - Pemkot Surabaya seharusnya bangga. Sebab, Kampung Lawas Maspati berhasil menjadi percontohan internasional.

Sejumlah delegasi dari Pejabat EXCO Perumahan, Kesejahteraan Bandan dan Pembangunan Usahawan Negeri Selangor bersama wakil Lembaga Perumahan dan Hartanah Selangor (LPHS) Malaysia belajar tentang tata kelola kampung wisata berbasis masyarakat.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Lawas Maspati Sabar Swastono mengatakan, undangan itu dilayangkan pada Februari lalu.

Totalnya sekitar 15 delegasi berasal dari Selangor, Malaysia. Tujuannya untuk belajar tentang keberhasilan kampung wisata di tengah kota berbasis masyarakat.

“Saat itu, kita enggak mau semata-mata menerima karena lintas negara. Kita minta mereka untuk langsung membuat surat resmi yang ditujukan ke Wali Kota Surabaya. Surat itu kita kirimkan, tapi tidak ada respons,” ujarnya, Rabu (25/10).

Katanya, Kampung Lawas Maspati mendapat respons positif. Mereka berniat untuk belajar secara utuh tata kelola kampung. Sebab, Sabar menuturkan, pemerintah Selangor pun tengah menjalankan program yang sama dengan Kota Surabaya.

“Menghidupkan kota wisata berbasis community. Kalau di sini, artinya dikelola oleh tiap RW dan masyarakat kampung,” jelasnya.

Setelah perjumpaan itu, Sabar diminta terbang untuk memberikan materi. Dia menjabarkan strateginya selama menggarap Kampung Lawas Maspati. Kuncinya adalah konsistensi.

“Selain itu kita harus sadar kampung wisata berbasis masyarakat itu potensi konfliknya tinggi. Ini harus ada cara mengatasinya,” paparnya.

Dia menjelaskan, sebelum melangkah perlu pemetaan. Itu berfungsi untuk membagi kelompok warga satu kampung. Antara suka dan tidak atas kehadiran konsep kampung wisata.

Sabar mencontohkan hasilnya menunjukkan 60 persen warga berminat. Sehingga langkah selanjutnya adalah meneruskan konsep dan berupaya untuk mencapai hasil optimal.

Kampung Lawas Maspati di Bubutan yang menjadi salah satu destinasi wisata di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Kampung Lawas Maspati di Bubutan yang menjadi salah satu destinasi wisata di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Setelah itu berhasil, proses pendekatan kepada sisa kelompok warga yang menolak.

“Pendekatan secara kekeluargaan, mendatangi tiap rumah, dan kita jelaskan secara detail. Akhirnya mereka mau menerima dan bergerak bersama,” ungkap Sabar.

Katanya, manajemen wisata berbasis masyarakat harus terbuka. Artinya uang yang masuk ke kampung harus kembali ke masyarakat. Sebab tujuannya utamanya adalah menyejahterakan ekonomi warga.

“Karena mereka ikut kerja, ingin membantu. Artinya pekerjaan. Ini lebih ampuh,” urainya.

Menurut dia, justru pengelolaan kampung mendapat porsi minim sekitar 20 persen. Sedangkan sisanya harus bisa dinikmati oleh masyarakat. Sabar mendapat apresiasi setelah memaparkan strateginya itu.

“Surabaya jauh lebih maju soal program seperti ini ketimbang Malaysia.

Progesnya bagus, tapi setelah itu hilang, tidak konsisten. Hal bagus di sana, perhatian pemerintah itu serius,” tuturnya.

Rencananya akhir tahun ini tim EXCO Selangor datang ke Surabaya. Tujuannya untuk belajar secara utuh.

Selain itu mempelajari praktik pengelolaan tata kelola Kampung Lawas Maspati secara langsung.

“Hasil kunjungan itu nanti diterapkan di sana, saya diminta untuk mendampingi pembinaan dan branding,” imbuh Sabar. (hil/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#sabar swastono #kampung lawas maspati #pokdarwis #pemkot surabaya