SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya meningkatkan ekonomi kerakyatan dan wisata.
Salah satu upayanya adalah memanfaatkan aset kota.
Sebab ada sejumlah aset Kota Pahlawan berupa lahan yang mangkrak.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bakal memaksimalkan aset pemkot tersebut.
Tujuannya sebagai peningkatan ekonomi berbasis kerakyatan dan wisata.
Salah satunya adalah mengoptimalkan waduk atau bozem di kawasan Sumur Welut.
"Waduk-waduk itu tidak hanya difungsikan sebagai penampungan air, juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian warga Kota Surabaya," ujar Cak Eri, sapaan karib Wali Kota Eri Cahyadi, Rabu (25/10).
Dia menegaskan, lahan Pemkot Surabaya jangan dibiarkan mati.
Cak Eri pun meminta adanya pengerukan waduk dahulu.
Rencananya, selain di Sumur Welut, waduk di kawasan Tandes juga akan disulap menjadi area wisata.
"Saya bolak-balik bilang, kalau aset pemerintah itu jangan dibiarkan terbengkalai, itu bisa dimanfaatkan," ungkapnya.
Cak Eri juga meminta fasilitas penunjang.
Antara lain, perahu, taman bermain, hingga lapak UMKM.
Sebab, pemanfaatan aset menjadi area wisata harus optimal, sehingga mendorong dan menghidupkan perekonomian warga sekitar waduk.
"Itu lah yang namanya sinergi antara warga dengan pemerintahnya. Matur nuwun Pak RW dan LPMK sudah diberi informasi itu, karena ini bisa dimanfaatkan, ayo gerakno, anggaran pemerintah gerakno nang kene," tegasnya.
Selain waduk, dia mencontohkan lahan tidur milik Pemkot Surabaya.
Yaitu, lahan luas belakang RW 01, Sumur Welut, Surabaya.
Katanya, tanah itu bisa dimaksimalkan menjadi penggerak ekonomi warga.
"Bisa digunakan lapangan dan dilengkapi taman bermain anak-anak. Selain itu ada waduk kecil yang bisa digunakan sebagai tempat hiburan rakyat," ungkap Cak Eri.
Pemanfaatan aset itu memiliki tujuan lain.
Yaitu, menghindari penguasaan lahan oleh pihak lain.
Bahkan digunakan oleh perseorangan untuk kepentingan pribadi.
"Karena masih ada yang berpendapat kalau tanah ini milik desa, tapi setelah ada aturan dari pemerintah maka itu adalah tanah milik pemkot. Saya kembalikan bahwa tanah ini milik pemkot, tapi kalau ada yang ingin memanfaatkan, harus dimanfaatkan oleh warga miskin, bukan dikuasai oleh satu atau dua orang tertentu. Maka saya tidak setuju," tutur Cak Eri.
Dia berkomitmen menyejahterakan warganya.
Berbagai upaya bakal ditempuh oleh orang nomor satu di Surabaya itu.
Sebab, menurutnya, penyelesaian kemiskinan dan pengangguran, salah satunya adalah bisa memanfaatkan aset pemkot.
"Saya selalu bilang, bahwa aset pemerintah ini jangan dibiarkan, manfaatkan," imbuhnya. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa