Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bentuk Kebiasaan Baru Pasca-Pandemi, Pemkot Surabaya Dorong Anak-Anak Bebas Gadget

Hildan Sepka • Rabu, 25 Oktober 2023 | 13:15 WIB
LESTARIKAN TRADISI: Sejumlah anak mengikuti lomba balap bakiak di festival permainan anak dan olahraga tradisional di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
LESTARIKAN TRADISI: Sejumlah anak mengikuti lomba balap bakiak di festival permainan anak dan olahraga tradisional di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Pandemi Covid-19 membawa perubahan banyak sektor. Salah satunya adalah kebiasaan anak-anak.

Pemkot Surabaya tengah menjalankan program permainan dan olahraga tradisional seiring dengan upaya Kementerian Pendidikan (Kemendikbud).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku memiliki konsep yang sama dengan rancangan Kemendikbud.

Dia tengah menggiatkan permainan dan olahraga tradisional di sekolah-sekolah. Sehingga, ada kegiatan yang menjadi sarana sekolah sehat.

“Di mana anak-anak kita dorong untuk melakukan permainan tradisional,” ujar Cak Eri, Selasa (24/9).

Program itu cukup penting menghadapi perubahan pascapandemi. Menurut dia, banyak anak-anak usia dini yang kecanduan gadget. Sehingga mereka minim melakukan aktivitas fisik.

“Kegiatan permainan dan olahraga tradisional ini kaya manfaat,” ungkapnya.

Cak Eri menyebutkan, kegiatan itu melatih dan merangsang anak-anak. Yakni meningkatkan kekompakan dan kebersamaan.

Rencananya menjadi salah satu upaya menguatkan agar anak-anak berkumpul dan bersosialisasi. “Jadi, arekarek gak gadget tok ae,” tegasnya.

Langkah pemkot itu tak hanya berjalan di sekolah. Seusai meresmikan ribuan Balai RW, Eri berharap lebih. Dia mendorong fungsi balai RW makin optimal.

“Kita sampaikan ke Pak Dirjen, Balai RW di Surabaya kita manfaatkan untuk banyak kegiatan sosial, salah satunya banyak permainan tradisional,” jelas Eri.

Dia menilai, kegiatan itu mampu mempererat emosional siswa. Harapannya, program itu menciptakan kebiasaan baru. Sehingga kecanduan gadget anak-anak semasa pandemi dapat berkurang.

“Anak SD butuh tatap muka dan penguatan. Sehingga tidak lagi pakai gadget. Sejak dini kita latih,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikbudristek RI Mohammad Hasbi memaparkan tiga tujuan program itu.

Yakni, mengajak anak-anak untuk lebih bergerak melakukan aktivitas fisik. Tujuannya meningkatkan kebugaran. Sehingga menunjang kualitas belajar anak-anak. Kedua, melestarikan permainan dan olahraga tradisional sebagai tradisi bangsa.

Terakhir adalah menumbuhkan rasa kebersamaan dan sportivitas. “Kita ingin tunjukkan walaupun dari berbagai macam sekolah tetap bisa bersenang-senang bersama tanpa harus bersaing yang tidak sehat,” bebernya.

Kampanye gerakan sekolah sehat itu sudah diluncurkan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Tepatnya pada 23 Agustus 2022 lalu. Antusiasme anak-anak cukup positif. “Pemkot Surabaya berjanji melakukan minimal setahun sekali,” kata Cak Eri. (hil/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#permainan tradisional #olahraga tradisional #wali kota surabaya #Kemendikbud #Eri Cahyadi