SURABAYA – Jalan alternatif Middle East Ring Road (MERR) yang kemudian diberi nama Dr Ir H Soekarno dibangun oleh pemerintah sejak 1996.
Proyek pembangunan Jalan MERR ini tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya tahun 2014–2034 dan menjadi prioritas pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Surabaya tahun 2016–2021.
Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/501/436.1.2/2010 itu menetapkan tentang nama Jalan Sukarno-Hatta di Kota Surabaya sepanjang 10.925 meter.
Jalan ini berawal di pertigaan Jalan Kenjeran melintasi Jalan Kalijudan, Mulyorejo, Dharmahusada Indah, Dharmahusada, Kertajaya Indah, Kertajaya Indah Timur, Arif Rahman Hakim, Semolowaru, Semampir Kelurahan, Semampir Tengah, Semampir Selatan, Medokan Semampir, Kedung Baruk Raya/Jagir, Wonorejo/Jagir, Baruk Utara, Penjaringan Sari, Kedung Asem, Pandugo, Rungkut Madya, dan Jalan Gunung Anyar Tambak, berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo.
Pegiat sejarah Kota Surabaya HM Yousri Nur Raja Agam mengatakan, sebelum bernama Dr Ir H Soekarno, jalan ini bernama Jalan Sukarno-Hatta.
Kemudian pada akhir masa jabatan Wali Kota Surabaya, Bambang DH, DPRD Kota Surabaya pada sidang paripurnanya tanggal 17 April 2010 menyetujui nama Jalan Sukarno-Hatta sejak dari pertigaan Jalan Kenjeran menuju ke selatan sampai ke perbatasan Surabaya-Sidoarjo.
"Peraturan Wali Kota Surabaya ditandatangani oleh Wali Kota Surabaya yang baru Tri Rismaharini yang menggantikan Bambang DH tanggal 24 November 2010," katanya.
Yousri menambahkan, Jalan Sukarno-Hatta itu tidak berumur panjang. Jalan Sukarno-Hatta itu pun diganti menjadi Jalan Dr Ir H Soekarno, tanpa menyebut nama Hatta atau Muhammad Hatta dengan Keputusan Wali Kota Surabaya No.188.45/86/436.1.2/2011.
“Jadi Bu Risma menyatakan nanti nama Jalan Dr H Muhammad Hatta akan dipasangkan di MWRR (Midle West Ring Road), yaitu jalan lingkar barat bagian tengah, di Surabaya Barat," katanya. (mus/nur)
Editor : Jay Wijayanto