Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BMKG Ungkap Penyebab Suhu Panas dan Gerah di Surabaya Hingga Mencapai 39 Derajat Celsius

Mus Purmadani • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 14:54 WIB
Ilustrasi cuaca panas. (ISTIMEWA)
Ilustrasi cuaca panas. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat prakiraan cuaca di Surabaya cerah hingga cerah berawan, dengan suhu tertinggi mencapai 39 derajat celsius.

Suhu tertinggi 34 derajat celsius terjadi pukul 10.00 WIB, kemudian naik menjadi 35 hingga 39 derajat celsius pada pukul 13.00 WIB.

Suhu udara berangsur turun hingga menyentuh angka 28 derajat celsius pada malam hari pukul 22.00 WIB.

Diketahui dalam beberapa hari terakhir, suhu Surabaya terasa sangat panas bahkan hingga malam hari. Sehingga suhu di dalam ruangan pun terasa gerah.

Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto menjelaskan saat ini sejumlah wilayah di Jawa Timur memang masih dilanda cuaca panas. Suhu tertinggi di Kota Surabaya mencapai 39 derajat celsius di bulan ini.

"Rata-rata suhu Surabaya dari pagi dan malam hari berkisar antara 26 derajat Celsius hingga 35 derajat Celsius," katanya.

Sementara suhu minimum di Surabaya saat malam hari sekitar 25-26 derajat celsius. Jadi, tak heran jika akhir-akhir ini suhu panas di Surabaya terasa panas hingga malam hari. Meski begitu, suhu tertinggi tetap berpotensi terjadi pada siang hari.

DAMPAK ELNINO: Warga Surabaya harus merasakan suhu udara yang panas dan gerah terutama di siang hari akibat kemarau panjang di tahun ini. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
DAMPAK ELNINO: Warga Surabaya harus merasakan suhu udara yang panas dan gerah terutama di siang hari akibat kemarau panjang di tahun ini. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)


Suhu udara tinggi di Surabaya dan wilayah Jatim disebabkan pergerakan matahari yang sedang bergerak di bagian selatan ekuator. Akibatnya penyinaran matahari lebih intens di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara.

"Bulan Oktober ini matahari sedang bergerak ke selatan ekuator, sehingga beberapa wilayah seperti wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara akan merasakan penyinaran matahari yang lebih intens, terlebih lagi sedikitnya tutupan awan," ungkapnya.

Selain disebabkan pergerakan matahari, suhu tinggi terjadi karena tidak ada hujan dalam waktu yang lama. Sedangkan, faktor lain penyebab cuaca panas ialah rendahnya kelembaban udara.

"Faktor penyebab cuaca panas adalah angin yang bertiup kencang, tidak hujan dalam waktu lama, permukaan tanah yang kering, dan rendahnya kelembaban udara," pungkasnya. (mus/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#cuaca cerah #Cuaca Surabaya #BMKG #kemarau panjang