SURABAYA - Kereta Api (KA) Argo Semeru yang mengalami kecelakaan di jalur hulu dan hilir, KM 520+4 petak jalan Stasiun Sentolo-Stasiun Wates di wilayah Daop 6 Yogyakarta, Selasa (17/10) siang sekitar pukul 13.15 WIB, merupakan KA jarak jauh yang baru dilaunching 1 Juni lalu.
Kalau dihitung hingga terjadinya laka, berarti kereta api itu baru beroperasi 4 bulan lebih.
Pengoperasian pertama dilakukan dari Stasiun Surabaya Gubeng menuju Gambir Jakarta.
Nama KA Argo Semeru terinspirasi dari gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Pada pengoperasian di hari pertama sebanyak 435 penumpang KA Argo Semeru berangkat wilayah KAI Daop 8 Surabaya.
Jumlah tersebut mengisi 96 persen dari total kapasitas sebanyak 450 tempat duduk.
Setiap harinya, KA Argo Semeru terdiri dari sembilan kereta kelas eksekutif dengan total kapasitas sebanyak 450 tempat duduk.
Jadwal keberangkatan KA Argo Semeru dari Stasiun Surabaya Gubeng jam 09.05 WIB.
Dalam perjalanannya, KA Argo Semeru berhenti di Stasiun kota besar yang dilewatinya, diantaranya Stasiun Madiun, Solo Balapan, Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon dan Stasiun Gambir.
Total waktu tempuh hingga tiba di Stasiun Gambir Jakarta adalah 10 jam 35 menit.
KA Argo Semeru ini kalau sesuai dengan jadwal, akan tiba di Stasiun Gambir di pukul 19.40 WIB.
Peluncuran KA Argo Semeru saat itu merupakan implementasi peningkatan pelayanan KAI seiring dengan pemberlakuan grafik perjalanan kereta api (gapeka).
"Diharapkan dengan pengoperasian kereta api baru ini dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dalam daya dukung kebangkitan ekonomi pasca pandemi, sekaligus meningkatkan animo masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan sehat," kata Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Sandry Pasambuna saat peluncuran KA Argo Semeru di Stasiun Gubeng, 1 Juni lalu.
Dalam rangkaian KA Argo Semeru, PT KAI telah mengoperasikan kereta suites class compartment pada 11 Oktober.
Dalam pengoperasian tersebut disambut baik oleh para penumpang.
Dari data PT KAI Daop 8 Surabaya untuk KA Argo Semeru suite class compartment di hari pertama beroperasi tingkat keterisian 100 persen. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa