SURABAYA - Apes nian lelaki ini. Yusra Valentino, 46, warga Perumahan Dian Istana, Wiyung, Surabaya, diduga dianiaya oleh mantan istrinya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka berupa cakaran di sejumlah bagian tubuh.
Yusra pun melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Sawahan dua pekan lalu.
Namun, karena tidak ada unit spesifikasi penanganan tindak kekerasan perempuan dan anak (PPA), maka kasus ini dialihkan ke Polrestabes Surabaya.
Pada Selasa (3/10), Yusra sempat memenuhi panggilan Unit PPA Polrestabes Surabaya.
Seusai pemeriksaan, dia didatangi oleh beberapa pria.
“Tiba tiba saya dikeroyok dan sekilas saya melihat mantan istri saya berada di antara preman-preman itu. Dia ikut memukuli saya," ungkap Yusra.
Setelah pemukulan itu, pria itu memasukkan korban yang berprofesi sebagai pengusaha ini ke dalam mobil dengan keadaan mata ditutup.
"Selama di dalam mobil, saya sayup-sayup mendengar suara YL (istri korban) dan di situlah saya dianiaya," katanya.
Pada Kamis (5/10), Yusra mengaku berhasil melarikan diri atas pertolongan adik kandungnya.
Ia kemudian dibawa ke Rumah sakit PHC Surabaya. Kemudian, ia membuat laporan ke Polrestabes Surabaya dengan nomor LP/B/1083/X/2023/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jatim.
Yusra menduga dirinya sudah menjadi target pengeroyokan sejumlah preman.
"Saya tahunya dibawa ke daerah Gunungsari setelah mengirim share loc ke nomor HP adik saya. Saya lihat titik lokasinya di Gunungsari, rumah yang dijadikan tempat penyekapan di pinggir jalan," jelas Yusra.
Selama disekap, Yusra mengaku terus dipukuli preman-preman itu. Ada yang menggunakan selang, potongan besi, bahkan dipukul bagian kepala menggunakan helm,” katanya. (rus/rek)
Editor : Jay Wijayanto