Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Bentuk Badan Pengelola Khusus Wisata Kota Tua Wujudkan Wisata Heritage

Hildan Sepka • Jumat, 13 Oktober 2023 | 21:49 WIB
HERITAGE: Sejumlah wisatawan mancanegara menikmati wisata heritage di kantor Radar Surabaya, Jalan Kembang Jepun 167, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
HERITAGE: Sejumlah wisatawan mancanegara menikmati wisata heritage di kantor Radar Surabaya, Jalan Kembang Jepun 167, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Upaya mewujudkan wisata heritage harus sejalan dengan kebijakan lainnya. Salah satunya adalah pengelolaan yang mandiri dan optimal. Pemkot Surabaya berencana membentuk tim khusus.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pengelola khusus kawasan kota tua itu bakal dibentuk tapi bukan wajah baru. Dia meminta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya. "Akan dikelola sendiri," ujar Cak Eri, Kamis (12/10).

Kawasan kota tua bakal dikelola tanpa badan khusus seperti wilayah lain. Langkahnya seiring dengan jalan yang ditempuh selama menjabat. Yaitu, peningkatan efektivitas reformasi birokrasi.

“Kalau mengadakan badan lagi, bagaimana membesarkan birokrasi? Saya ini memotong reformasi birokrasi, semakin kecil, semakin efektif, semakin bagus,” tegas Cak Eri kemarin.

Kendati tanpa badan khusus, dia tetap optimistis. Cak Eri menilai wisata dengan konsep Suroboyo Kutho Lawas itu tetap berjalan maksimal di bawah Disbudporapar. Sama halnya dengan Tunjungan Romansa yang sekarang mampu menarik pengunjung.

“Karena semakin banyak bidang, kalau tidak menghasilkan kan sayang," terangnya.

Justru Cak Eri bakal merealisasikan tim khusus. Mereka berada dalam Badan Riset dan Inovasi Daerah. Tugasnya menentukan suatu kawasan wisata berpotensi jalan atau tidak.

“Terpenting adalah teknologi Brida (Badan Riset dan Inovasi Daerah) di bawah Bappeko. Sebenarnya setiap inovasi butuh riset apa itu berjalan. Ini lebih penting,” ungkapnya.

Sementara itu, pengamat kota Nur Setiawan mengetahui rencana Pemkot Surabaya untuk menghidupkan kawasan utara Surabaya itu. Dia menilai langkah yang dilakukan pemkot telah berjalan cukup efektif.

Namun, mengaca dari beberapa wilayah yang memiliki kawasan kota tua, mereka memiliki pengelola khusus. "Tujuannya fokus menyusun konsep hingga mengelola. Termasuk anggarannya tidak mengambil APBD," tegasnya. (hil/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#wisata heritage #pemkot surabaya #Wisata Kota Tua