SURABAYA - Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya langsung melakukan aksi nyata dengan berkunjung ke rumah duka korban balap liar, MFE, yang terjadi pada Sabtu (7/10) lalu.
Dipimpin langsung oleh Ketua IMI Kota Surabaya, Rinto AR dan Sekretaris IMI Kota Surabaya Samsurin, IMI Kota Surabaya mendatangi rumah duka di kawasan Simo.
Sesampainya di rumah duka, sejumlah pengurus IMI yang melakukan takziah bertemu dengan keluarga korban, yakni sang ayah, Agus Kunala dan ibunda MFE.
“Pak Agus berterima kasih atas perhatian dari IMI Kota Surabaya. Beliau juga berpesan agar IMI Surabaya bisa bekerja sama dengan sekolah-sekolah di Kota Surabaya. Minimal mengedukasi supaya tidak ada lagi balapan liar di Kota Surabaya,” tutur Samsurin, Senin (9/10) malam.
Dari pengakuan Agus, selama ini anaknya yang masih duduk di kelas 9 SMP itu tidak mengetahui bahwa ada Sirkuit Bung Tomo.
Agus yakin, andai sang anak tahu pasti akan memilih balapan di Sirkuit Bung Tomo.
Di lokasi, pengurus IMI Kota Surabaya juga bertemu dengan Zaki, teman satu kelas korban.
Ia mengaku tidak tahu bagaimana prosedur yang harus mereka tempuh untuk bisa latihan maupun balapan di Sirkuit Bung Tomo.
“Karena itu, tugas IMI Kota Surabaya untuk mengedukasi dan mensosialisasikan cara untuk bisa menyalurkan hobi balapnya di Sirkuit Bung Tomo,” ujar Samsurin.
Imbau Cegah Balap Liar
Pada momen takziah ini, pengurus IMI Kota Surabaya juga disambut hangat oleh warga kampung tempat korban dan keluarga tinggal.
Mereka juga sempat mengikuti tahlil bersama warga.
“Kami juga diberi kesempatan untuk menyampaikan maksud dan tujuan IMI Kota Surabaya. Di situ kami mengimbau dan mengajak masyarakat turut mencegah trek-trekan atau herex di Kota Surabaya. Di momen itu juga kami arahkan bagi penggemar balap menyalurkan hobinya secara benar di Sirkuit Bung Tomo,” tuturnya.
Masih di lokasi, IMI Kota Surabaya juga menyalurkan bantuan dari pengurus IMI Kota Surabaya untuk keluarga korban, yang diserahkan langsung oleh Ketua IMI Kota Surabaya Rinto AR.
MFE sendiri menjadi korban balap liar yang berlangsung di Jalan Diponegoro, Surabaya.
Insiden nahas yang menimpa korban ini terjadi pada Sabtu (7/10) malam.
Korban meninggal di lokasi setelah mengalami pendarahan hebat di kepalanya.
Korban sudah dimakamkan di Pemakaman Umum Pakal Babat Jerawat.
“Semoga ini yang terakhir. Jangan ada lagi korban-korban balap liar lagi,” pungkas Samsurin. (rmt/rak)
Editor : Nofilawati Anisa