SURABAYA - Sempat mengalami pembatasan ketat selama pandemi, kegiatan ritual di kelenteng-kelenteng di Surabaya kembali normal.
Ratusan jemaat dari berbagai kota di Jawa Timur memenuhi Kelenteng Hong San Koo Tee di Jalan Cokroaminoto Nomor 12 Surabaya.
Pengurus Kelenteng Cokro Erdina Tedjaseputra menjelaskan, kehadiran ratusan jemaat itu untuk mengikuti perayaan Kongco Kong Tik Tjoen Ong mencapai kesempurnaan.
Perayaan besar selalu diadakan pada tanggal 28 bulan 8 penanggalan Imlek.
"Kali ini paling meriah. Jemaat yang hadir se-Jawa Timur. Kalau dari Surabaya sendiri ada perwakilan empat kelenteng," tutur Erdina, Minggu (8/10).
Selain itu, menurut dia, acara ini juga dalam rangka peringatan hari jadi ke-104 Kelenteng Hong San Ko Tee.
Tempat ibadat Tridharma (TITD) yang dulu dikenal sebagai Kelenteng Keputran itu dibangun Yap Liang Sing pada zaman Hindia Belanda.
"Sebetulnya hari jadi kelenteng itu tanggal 24 September. Karena berdekatan, kami gabungkan jadi satu acara," ujar Erdina.
Perayaan hari jadi tersebut membuat acara sembahyang Kongco menjadi berbeda.
Setelah sembahyang dilanjutkan dengan ramah tamah.
Pengurus kelenteng juga menampilkan hiburan musik dan doorprize.
Setiap tamu yang datang diberi dua kupon.
Kupon merah untuk doorprize, sedangkan kupon kuning untuk mengambil plat gambar dewa dan Hu sebagai media untuk bertanya dengan menggunakan dua balok kayu.
"Acara sembahyangnya tetap seperti biasa. Cuma kita tambahkan hiburan untuk memeriahkan acara," tutur Erdina. (waf/jhn/rek)
Editor : Nofilawati Anisa