SURABAYA - Tak kalah menarik dengan arsitektur kota yang menyisakan banyak bangunan kolonial dari zaman Hindia Belanda, Kota Pahlawan juga masih memiliki tempat untuk berburu barang antik.
Salah satu destinasi untuk berburu barang antik berada di Jalan Padmosusastro, Kelurahan Darmo, Surabaya.
Jalan Padmosusatro yang terletak tak jauh di GOR Pancasila itu bisa disebut sebagai surganya barang antik di Surabaya.
Banyak penjual barang antik didaerah terseburt, dengan koleksi yang cukup lengkap.
Salah satu pemilik toko, Agus Sofyan, memiliki koleksi barang antik berbahan kayu, keramik, porselen, kuningan, hingga kayu.
Barang-barang antik itu merupakan hasil jual beli dengan pedagang barang antik ataupun kolektor.
"Kalau di sini yang saya jual apa aja bisa sih. Pokoknya saya lihat barangnya antik, saya suka. Bisa dijual lagi, ya, saya ambil," kata Agus, Minggu (8/10).
Agus menjelaskan, peminat barang antik di Surabaya dan sekitarnya masih sangat tinggi.
Peminat dari kota-kota di sekitar Surabaya, seperti Sidoarjo, Gresik, atau Mojokerto juga lumayan.
Tamu yang datang mulai dari orang biasa, anak muda, sampai para kolektor besar.
"Biasanya yang datang dari banyak kalangan. Mulai anak muda iseng-iseng lihat, terus juga ada orang yang sering lewat terus penasaran akhirnya masuk. Sampai para kolektor yang biasanya pesan untuk dicarikan barang (antik). Soalnya, peminat barang antik di Surabaya masih sangat tinggi," papar Agus.
Harga barang yang ditawarkan oleh Agus berkisar Rp 50 ribu sampai puluhan juta rupiah.
Tergantung dari bentuk, bahan, usia, dan juga kelangkaan barangnya.
Barang antik koleksi Agus merupakan barang legal untuk diperjualbelikan.
"Kalau saya ambil dan jual barang pastinya yang legal semua. Saya gak mau ambil barang museum atau milik negara," kata Agus. (mg1/mg2/rek)
Editor : Nofilawati Anisa