SURABAYA - Ribuan warga miskin (gakin) Kota Surabaya mendapat bantuan peralatan usaha.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) itu atas penyaluran dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT).
Bantuan itu menargetkan gakin yang belum tersentuh.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan menerima DBHCT sekitar Rp 15 miliar pada 2023.
Penyaluran dana itu melalui BLT dan bantuan peralatan usaha.
Totalnya 1.118 gakin di Kota Pahlawan memperoleh bantuan itu.
"Jadi ada yang kami gunakan BLT, ada yang kami gunakan untuk modal usaha atau bantuan peralatan usaha. Sebenarnya kan bantuan dari Kemensos itu bentuknya bisa BLT, PKH, modal usaha, dan alat. Jadi sama kami juga bentuk bantuannya seperti itu," ujarnya, Jumat (6/10).
Dia menegaskan, targetnya adalah gakin yang belum tersentuh.
Khususnya mereka yang tidak mendapat bantuan dari Kemensos.
Sehingga, mereka mendapat kucuran dari DBHCT.
"Tapi kami tidak ingin mereka hanya selalu berharap BLT," tegasnya.
Cak Eri, sapaan akrab Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, telah melakukan pendataan.
Bantuan modal itu dalam berbagai bentuk dan disesuaikan keinginan penerima.
Di antaranya adalah program padat karya dan modal usaha.
"Ada yang minta jualan kopi keliling, ada yang minta dibuatkan toko kelontong dan sebagainya," paparnya.
Tampaknya Pemkot Surabaya tak lepas tangan.
Pasca itu, Wali Kota Eri memberikan pelatihan dan pendampingan.
Selain itu juga memantau perkembangannya hingga mentas dari garis kemiskinan.
"Kalau kami berikan BLT terus berarti kami tidak mendidik mereka, dan mereka tidak akan pernah mengubah dirinya, makanya kami pantau terus," tutur Eri.
Menurutnya, bantuan sarana usaha itu sesuai prinsipnya.
Karena Pemkot Surabaya berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sehingga DBHCT disalurkan tidak hanya melalui BLT, tapi sarana usaha.
"Karena kami, pemerintah kota, berprinsip dari dulu, tidak semuanya menerima BLT saja. Tapi bagaimana mereka bisa berusaha meningkatkan kehidupan warga itu, apakah dengan modal usaha atau bantuan seperti mesin jahit dan lain-lain," urainya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Anna Fajriatin menyalurkan ratusan bantuan sarana usaha pada 2023.
Totalnya sekitar 826 aspek melalui DBHCT. Itu terdiri dari 13 jenis usaha, antara lain menjahit, warung kopi, toko kelontong, cuci kendaraan, cuci AC, dan berbagai jenis usaha lainnya.
"Jadi berdasarkan tagging yang bersedia melakukan usaha sebanyak 1.118 warga. Nah, yang dibantu melalui DBHCT sebanyak 826 usaha, lalu dibantu Bangga Surabaya Peduli dan Baznas Surabaya sebanyak 111, dan selebihnya sebanyak 181 kami usulkan ke Kemensos," imbuhnya. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa